Showing posts with label ASI. Show all posts
Showing posts with label ASI. Show all posts
10 April 2012
Masih ASI
Alhamdulillah, senang banget pagi ini hasil pumping 200 cc. Di usia Al yang ke-13 bulan lebih, saya bersyukur ASI masih mengalir deras & cukup untuk kebutuhan Al sehari-hari. Meski saya sudah mulai mengenalkan UHT ke Al tapi ASI tetap yang utama. Mudah-mudahan saya bisa tetap menyusui Al hingga usianya dua tahun. Sehat terus ya, anakku sayang. Mom loves you, Alair :))
04 March 2012
Nursing Strike
Satu lagi pengalaman baru yang saya dapatkan sewaktu Al terkena Flu Singapore pekan lalu, yaitu Nursing Strike. Ohmaigad, saat Al resmi menyandang gelar Master ASI, di hari itu juga Al mulai menolak untuk menyusu langsung pada saya.
Rasanya??? Huhuhu, patah hati!! Serius, saya benar-benar merasa patah hati saat Al nangis dan berteriak-teriak saat akan saya susui. Bahkan, saya baru mengangkat sedikit baju saya, dia sudah mulai menangis. Sedihnya..
Menurut Baby Center, Natural Child, Stork, KellyMom, banyak hal yang dapat memicu kondisi nursing strike. Bisa saja karena ada yang menyakitkan di mulutnya, akan tumbuh gigi, infeksi pada telinga, pilek, berkurangnya suplai ASI, atau bahkan perubahan aroma sang ibu akibat mengganti toiletry yang biasa digunakan. Nursing strike bisa jadi juga karena terjadi perubahan rasa ASI disebabkan konsumsi obat-obat, vitamin, perubahan hormon (kehamilan ataupun menstruasi).
Kemungkinan terbesar Al mogok susu adalah karena sariawan di mulutnya. Awalnya, meski menolak menyusu langsung pada saya, Al masih mau minum susu dengan menggunakan dot ataupun sendok. Tapi, pas hari ketiga HFMD, Al benar-benar menolak minum susu dari berbagai media. Al justru selalu meminta air putih, yang biasanya tidak terlalu disukainya.
Meski begitu, saya tetap berusaha menyodorkan nenen ke Al. Saat ia sangat mengantuk, Al biasanya tanpa sadar mau menghisap. Tapi, begitu tersadar, Al langsung melepas nenennya dan menangis.
Yang stres ya saya!! Saya khawatir Al dehidrasi. Berbagai pikiran berkecamuk. Apakah saya hamil (halooo... apa kabar KB spiral 3 tahun saya)? Apa Al self weaning (huhuhu sedihnya..Al kan baru berusia setahun dan saya berencana menyusuinya hingga 2 tahun)? Apakah rasa ASI saya berubah? Apakah Al benar-benar kesakitan saat menyusu? Saya pun dengan sangat sedih mulai mempersiapkan mental bila Al benar-benar menyapih dirinya sendiri.
Untungnya badai pasti berlalu.. Setelah flu Singapore-nya sembuh, lima hari mogok menyusu, ternyata dan akhirnya Al mau kembali menyusu. Saat dia terlihat mulai mengantuk, saya menggendongnya ke tempat tidur dan menyusuinya. Tanpa drama, tanpa teriakan, tanpa tangisan, Al menyusu seperti biasa, lalu tertidur pulas. Tengah malam, saat terbangun, ia pun langsung mencari nenen dan tertidur kembali. Huaaaa..super lega..
Kesimpulannya, nursing strike memang bisa terjadi kapan saja. Tapi harus diingat, nursing strike bisa jadi merupakan alarm yang diberikan anak kita untuk memberi tahu kita bahwa terjadi sesuatu yang tidak enak & tidak nyaman pada dirinya. Tak ada cara untuk memaksanya menyusu. Tapi kita bisa mengakalinya dengan mencampurkan ASI di makanannya, jangan pernah bosan menawarkannya ASI dengan media apapun, usahakan kebutuhan cairan tetap terpenuhi, bisa dengan air putih ataupun buah. Kuncinya memang hanya sabar menanti. Jangan lupa pula untuk tetap memompa ASI agar suplainya tetap terjaga. Hehehe.. Just for share.. :))
Rasanya??? Huhuhu, patah hati!! Serius, saya benar-benar merasa patah hati saat Al nangis dan berteriak-teriak saat akan saya susui. Bahkan, saya baru mengangkat sedikit baju saya, dia sudah mulai menangis. Sedihnya..
Menurut Baby Center, Natural Child, Stork, KellyMom, banyak hal yang dapat memicu kondisi nursing strike. Bisa saja karena ada yang menyakitkan di mulutnya, akan tumbuh gigi, infeksi pada telinga, pilek, berkurangnya suplai ASI, atau bahkan perubahan aroma sang ibu akibat mengganti toiletry yang biasa digunakan. Nursing strike bisa jadi juga karena terjadi perubahan rasa ASI disebabkan konsumsi obat-obat, vitamin, perubahan hormon (kehamilan ataupun menstruasi).
Kemungkinan terbesar Al mogok susu adalah karena sariawan di mulutnya. Awalnya, meski menolak menyusu langsung pada saya, Al masih mau minum susu dengan menggunakan dot ataupun sendok. Tapi, pas hari ketiga HFMD, Al benar-benar menolak minum susu dari berbagai media. Al justru selalu meminta air putih, yang biasanya tidak terlalu disukainya.
Meski begitu, saya tetap berusaha menyodorkan nenen ke Al. Saat ia sangat mengantuk, Al biasanya tanpa sadar mau menghisap. Tapi, begitu tersadar, Al langsung melepas nenennya dan menangis.
Yang stres ya saya!! Saya khawatir Al dehidrasi. Berbagai pikiran berkecamuk. Apakah saya hamil (halooo... apa kabar KB spiral 3 tahun saya)? Apa Al self weaning (huhuhu sedihnya..Al kan baru berusia setahun dan saya berencana menyusuinya hingga 2 tahun)? Apakah rasa ASI saya berubah? Apakah Al benar-benar kesakitan saat menyusu? Saya pun dengan sangat sedih mulai mempersiapkan mental bila Al benar-benar menyapih dirinya sendiri.
Untungnya badai pasti berlalu.. Setelah flu Singapore-nya sembuh, lima hari mogok menyusu, ternyata dan akhirnya Al mau kembali menyusu. Saat dia terlihat mulai mengantuk, saya menggendongnya ke tempat tidur dan menyusuinya. Tanpa drama, tanpa teriakan, tanpa tangisan, Al menyusu seperti biasa, lalu tertidur pulas. Tengah malam, saat terbangun, ia pun langsung mencari nenen dan tertidur kembali. Huaaaa..super lega..
Kesimpulannya, nursing strike memang bisa terjadi kapan saja. Tapi harus diingat, nursing strike bisa jadi merupakan alarm yang diberikan anak kita untuk memberi tahu kita bahwa terjadi sesuatu yang tidak enak & tidak nyaman pada dirinya. Tak ada cara untuk memaksanya menyusu. Tapi kita bisa mengakalinya dengan mencampurkan ASI di makanannya, jangan pernah bosan menawarkannya ASI dengan media apapun, usahakan kebutuhan cairan tetap terpenuhi, bisa dengan air putih ataupun buah. Kuncinya memang hanya sabar menanti. Jangan lupa pula untuk tetap memompa ASI agar suplainya tetap terjaga. Hehehe.. Just for share.. :))
03 December 2011
eS.U.eS.U. ;D
Hasil pumping di kantor pagi ini. 220 ml. Ga sebanyak dulu. Tapi, lumayan. Alhamdulillah.
Dan ini hasil pumping dua sesi di kantor. 400 ml. I'm ready to go home. Selamat libur.... :)
30 November 2011
Lulus ASIX dan Rentan Sakit
Ada satu hal yang paling menakutkan saya sejak Al lulus ASI Ekslusif. Rentan sakit. Mengantar Al untuk memulai makanan padat pertamanya tiga bulan lalu, membuat perasaan saya campur aduk, antara senang, penasaran, deg-degan dan khawatir. Saya sungguh khawatir Al menjadi rentan sakit.
Selama masa ASI Ekslusif, saya bisa sangat percaya diri, apapun yang Al alami, obatnya cuma satu, ASI. Sewaktu badannya hangat setelah imunisasi, cukup dengan memberikannya ASI dengan intensitas yang lebih sering dan temperatur tubuhnya pun menurun dengan sendirinya. Ketika Al lagi rewel, saya juga hanya perlu terus memberikannya ASI untuk memberikannya rasa tenang dan nyaman. Dia pun bisa tertidur dengan pulas.
Tapi, ketika masa ASI Ekslusif itu berakhir, Al mulai makan, kepercayaan diri saya pun meluntur. Banyak orang mengatakan, ketika bayi sudah mulai makan, dengan sendirinya ia akan rentan sakit. Makanan memang bisa jadi teman baik, tapi bisa menjadi musuh besar. Apalagi Al sedang dalam fase memasukkan segala benda ke mulutnya.
Dan benar saja. Al mengalami sakit perdana di usia delapan bulan. Al diare selama tiga hari setelah memakan mangga gedong. Ia tampak lemas, badannya panas, Al yang biasanya berisik ngoceh pun menjadi pendiam.
Dengan sangat berat hati dan atas saran dokter, saya terpaksa memberikannya obat penurun panas dan antibiotik. Saya sempat bertahan untuk tidak memberikan antibiotik, tapi diarenya tak kunjung berhenti dan panasnya juga tak turun. Al tak berhenti menyusu. Saya pun terpaksa bolos dari kantor selama tiga hari.
Untung, sakit Al tidak berlangsung lebih lama. Di hari ketiga, frekuensi pup Al mulai berkurang dan lebih padat. Namun, sejak sakit itu hingga sekarang, nafsu makan Al berkurang drastis. Al tak pernah lagi menghabiskan semangkok penuh makanannya dalam waktu 10 menit saja. Sekarang, bisa memasukkan lima suap saja ke mulutnya, saya sudah sangat bersyukur. Badan Al yang sebelumnya terlihat padat berisi, kini tampak singset. Tidak hanya soal makan, ocehan Al pun tidak seberisik sebulan yang lalu.
Beberapa hari lalu, jelang Al berusia sembilan bulan, badan Al kembali hangat. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Tapi, hari itu Al sempat memakan pure dalam kondisi dingin dari kulkas. Untungnya lagi, hangatnya Al cuma berlangsung semalam. Sepanjang malam pun, Al berkali-kali bangun untuk menyusu. Saya terpaksa menunda jadwal imunisasi campak Al hingga minggu depan agar Al benar-benar dalam kondisi fit.
Ahhh, saya merindu masa Al 'kebal' sakit, saya merindu masa Al tak pernah menolak saat disodorkan makanan, saya rindu masa Al mendapatkan proteksi penuh dari ASI saja, saya merindu masa ketika berat badan Al bisa tambah sekilo lebih hanya dengan ASI. Ahh, ASI.. I love you full.. Be nice to me hingga Al berusia setidaknya dua tahun yaa.. :))
Selama masa ASI Ekslusif, saya bisa sangat percaya diri, apapun yang Al alami, obatnya cuma satu, ASI. Sewaktu badannya hangat setelah imunisasi, cukup dengan memberikannya ASI dengan intensitas yang lebih sering dan temperatur tubuhnya pun menurun dengan sendirinya. Ketika Al lagi rewel, saya juga hanya perlu terus memberikannya ASI untuk memberikannya rasa tenang dan nyaman. Dia pun bisa tertidur dengan pulas.
Tapi, ketika masa ASI Ekslusif itu berakhir, Al mulai makan, kepercayaan diri saya pun meluntur. Banyak orang mengatakan, ketika bayi sudah mulai makan, dengan sendirinya ia akan rentan sakit. Makanan memang bisa jadi teman baik, tapi bisa menjadi musuh besar. Apalagi Al sedang dalam fase memasukkan segala benda ke mulutnya.
Dan benar saja. Al mengalami sakit perdana di usia delapan bulan. Al diare selama tiga hari setelah memakan mangga gedong. Ia tampak lemas, badannya panas, Al yang biasanya berisik ngoceh pun menjadi pendiam.
Dengan sangat berat hati dan atas saran dokter, saya terpaksa memberikannya obat penurun panas dan antibiotik. Saya sempat bertahan untuk tidak memberikan antibiotik, tapi diarenya tak kunjung berhenti dan panasnya juga tak turun. Al tak berhenti menyusu. Saya pun terpaksa bolos dari kantor selama tiga hari.
Untung, sakit Al tidak berlangsung lebih lama. Di hari ketiga, frekuensi pup Al mulai berkurang dan lebih padat. Namun, sejak sakit itu hingga sekarang, nafsu makan Al berkurang drastis. Al tak pernah lagi menghabiskan semangkok penuh makanannya dalam waktu 10 menit saja. Sekarang, bisa memasukkan lima suap saja ke mulutnya, saya sudah sangat bersyukur. Badan Al yang sebelumnya terlihat padat berisi, kini tampak singset. Tidak hanya soal makan, ocehan Al pun tidak seberisik sebulan yang lalu.
Beberapa hari lalu, jelang Al berusia sembilan bulan, badan Al kembali hangat. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Tapi, hari itu Al sempat memakan pure dalam kondisi dingin dari kulkas. Untungnya lagi, hangatnya Al cuma berlangsung semalam. Sepanjang malam pun, Al berkali-kali bangun untuk menyusu. Saya terpaksa menunda jadwal imunisasi campak Al hingga minggu depan agar Al benar-benar dalam kondisi fit.
Ahhh, saya merindu masa Al 'kebal' sakit, saya merindu masa Al tak pernah menolak saat disodorkan makanan, saya rindu masa Al mendapatkan proteksi penuh dari ASI saja, saya merindu masa ketika berat badan Al bisa tambah sekilo lebih hanya dengan ASI. Ahh, ASI.. I love you full.. Be nice to me hingga Al berusia setidaknya dua tahun yaa.. :))
15 October 2011
Al Tujuh Bulan
Alair. Bercerita tentang Al bisa membuatku tersenyum-senyum sendiri. Al adalah anak yang sangat menyenangkan. Senyumnya manis sekali. Dengan ASI, ia tumbuh menjadi anak yang sehat. Perawakannya tidak kalah dengan anak-anak yang lahir cukup bulan.
Bila bulan sebelumnya, Al hanya bisa jinjit, sekarang ia sudah bisa menapakkan kaki dengan mantap di lantai. Ia bisa duduk tanpa oleng lagi ke samping. Al berguling--guling dan merayap ke tempat yang ia mau. Al belajar menggenggam, mengambil, merebut, membuang, hingga mencari barang (mainan/makanan). Kemampuan berbahasanya pun mulai berkembang. "Nenen", "Papa..papa", "Mam..Mam..Mam..", "Ya..ya..ya..ya", "Da..da..da..da."
Di usia tujuh bulan, ia sudah merasakan cukup banyak variasi makanan, mulai dari puree buah, sayur, dan sekarang ia sudah terbiasa menikmati nasi tim dengan kaldu, daging, berbagai protein lainnya. Al makan utama tiga kali sehari dengan sekali atau dua kali selingan buah. Semuanya hap..hap..hap..habis...Sejak awal MPASI, saya belum pernah mengalami kesulitan untuk menyuapinya. Al selalu makan dengan lahap dan tak pilih-pilih.
Tentu saja, saya membuatkan sendiri makanan Al di rumah. Saya dengan tegas berkata tidak pada makanan bayi instan yang dijual di pasaran. Begitu pula dengan gula dan garam, tidak, sampai usia Al setidaknya satu tahun. I'm a working Mom, but i even made homemade baby biscuit for my son. Tidak, saya tidak akan tergoda dengan produk biskuit instan, bubur instan dan semua yang instan. Sorry, i just can make it by my own. And yes, i'm a proud hard worker Mom.
Ini usaha Mom untuk memberikan yang terbaik buat kamu, nak.. Semoga kamu terus sehat dan makin pintar ya, Al sayang...
Bila bulan sebelumnya, Al hanya bisa jinjit, sekarang ia sudah bisa menapakkan kaki dengan mantap di lantai. Ia bisa duduk tanpa oleng lagi ke samping. Al berguling--guling dan merayap ke tempat yang ia mau. Al belajar menggenggam, mengambil, merebut, membuang, hingga mencari barang (mainan/makanan). Kemampuan berbahasanya pun mulai berkembang. "Nenen", "Papa..papa", "Mam..Mam..Mam..", "Ya..ya..ya..ya", "Da..da..da..da."
Di usia tujuh bulan, ia sudah merasakan cukup banyak variasi makanan, mulai dari puree buah, sayur, dan sekarang ia sudah terbiasa menikmati nasi tim dengan kaldu, daging, berbagai protein lainnya. Al makan utama tiga kali sehari dengan sekali atau dua kali selingan buah. Semuanya hap..hap..hap..habis...Sejak awal MPASI, saya belum pernah mengalami kesulitan untuk menyuapinya. Al selalu makan dengan lahap dan tak pilih-pilih.
Tentu saja, saya membuatkan sendiri makanan Al di rumah. Saya dengan tegas berkata tidak pada makanan bayi instan yang dijual di pasaran. Begitu pula dengan gula dan garam, tidak, sampai usia Al setidaknya satu tahun. I'm a working Mom, but i even made homemade baby biscuit for my son. Tidak, saya tidak akan tergoda dengan produk biskuit instan, bubur instan dan semua yang instan. Sorry, i just can make it by my own. And yes, i'm a proud hard worker Mom.
Ini usaha Mom untuk memberikan yang terbaik buat kamu, nak.. Semoga kamu terus sehat dan makin pintar ya, Al sayang...
02 September 2011
Dear Moms...
Seseorang belum bisa disebut sukses sebagai seorang Ibu hanya karena berhasil memberikan ASI Ekslusif kepada anaknya. Belum bisa disebut sukses sebagai seorang Ibu hanya karena berhasil menahan diri untuk tidak memberikan makanan pendamping sebelum usia anak enam bulan. Belum bisa disebut sukses sebagai seorang Ibu hanya karena berhasil meminimalisir penggunaan disposable diaper dan lebih memilih menggunakan cloth diaper berharga mahal yang sedang tren saat ini. Belum bisa disebut sukses sebagai seorang Ibu karena hanya memberikan makanan buatan rumah kepada sang anak.
Seseorang tidak gagal menjadi seorang Ibu hanya karena tidak bisa memberikan ASI dan terpaksa meminumkan susu formula kepada anak. Seseorang tidak gagal menjadi Ibu hanya karena memberikan makanan pendamping sebelum usia anak enam bulan, sementara memang sang anak sudah menujukkan tanda-tanda kesiapan untuk makan. Seseorang tidak gagal menjadi seorang Ibu karena menggunakan disposable diaper. Seseorang tidak langsung gagal menjadi seorang Ibu hanya karena tak mengerti cara membuat makanan buatan sendiri untuk bayinya, sehingga akhirnya hanya memberikan makanan instan.
Seseorang sukses atau gagal menjadi seorang Ibu bukan hanya karena hal-hal itu. Tak bisa sepintas dinilai dengan sang anak berhasil tengkurap di usia tiga bulan, bisa duduk di usia lima atau enam bulan, bisa berdiri dan belajar jalan di usia sembilan bulan. Merawat anak membutuhkan kemampuan holistik sang Ibu. Gagal atau suksesnya seseorang sebagai Ibu baru akan terlihat puluhan tahun depan, menjadi seperti apa anak yang kita rawat dan besarkan.
Seseorang akan menjadi Ibu yang sukses bila ia mau berusaha dan berjuang keras untuk memberikan segala yang terbaik bagi sang anak. Menjadi Ibu yang sukses bukan hanya karena berhasil memenuhi kebutuhan materi sang anak dan hal-hal komersil yang wara-wiri di forum ibu-ibu muda perkotaan. Lebih dari itu. Beri perhatian ekstra terhadap kesehatan sang anak, berikan nutrisi terbaik, rangsang kemampuannya, berikan apresiasi, limpahi dia dengan kasih sayang, berikan contoh yang baik, ucapkan hal-hal baik, jadilah teladan sepanjang hidup sang anak. Bila sudah melakukan hal itu, Insya Allah kita adalah Ibu yang sukses dan akan mencetak anak yang sukses lahir batin.
Seseorang tidak gagal menjadi seorang Ibu hanya karena tidak bisa memberikan ASI dan terpaksa meminumkan susu formula kepada anak. Seseorang tidak gagal menjadi Ibu hanya karena memberikan makanan pendamping sebelum usia anak enam bulan, sementara memang sang anak sudah menujukkan tanda-tanda kesiapan untuk makan. Seseorang tidak gagal menjadi seorang Ibu karena menggunakan disposable diaper. Seseorang tidak langsung gagal menjadi seorang Ibu hanya karena tak mengerti cara membuat makanan buatan sendiri untuk bayinya, sehingga akhirnya hanya memberikan makanan instan.
Seseorang sukses atau gagal menjadi seorang Ibu bukan hanya karena hal-hal itu. Tak bisa sepintas dinilai dengan sang anak berhasil tengkurap di usia tiga bulan, bisa duduk di usia lima atau enam bulan, bisa berdiri dan belajar jalan di usia sembilan bulan. Merawat anak membutuhkan kemampuan holistik sang Ibu. Gagal atau suksesnya seseorang sebagai Ibu baru akan terlihat puluhan tahun depan, menjadi seperti apa anak yang kita rawat dan besarkan.
Seseorang akan menjadi Ibu yang sukses bila ia mau berusaha dan berjuang keras untuk memberikan segala yang terbaik bagi sang anak. Menjadi Ibu yang sukses bukan hanya karena berhasil memenuhi kebutuhan materi sang anak dan hal-hal komersil yang wara-wiri di forum ibu-ibu muda perkotaan. Lebih dari itu. Beri perhatian ekstra terhadap kesehatan sang anak, berikan nutrisi terbaik, rangsang kemampuannya, berikan apresiasi, limpahi dia dengan kasih sayang, berikan contoh yang baik, ucapkan hal-hal baik, jadilah teladan sepanjang hidup sang anak. Bila sudah melakukan hal itu, Insya Allah kita adalah Ibu yang sukses dan akan mencetak anak yang sukses lahir batin.
28 August 2011
Proudly Presents...
I am a proud breasfeeding Mom...
And here he is...
Alair Altaf Irfandi, S. ASIX
A very proud breastfeed boy :))
And here he is...
Alair Altaf Irfandi, S. ASIX
A very proud breastfeed boy :))
26 August 2011
Menghitung Hari Menuju Sarjana ASIX
Horeeeee... Dua hari lagi Al lulus ASI Ekslusif dan resmi berpredikat S.ASIX. Senangnya.. Dua hari lagi saya akan menghadapi tantangan baru, yaitu menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) rumahan untuk Al. Sama seperti komitmen saya untuk memberikan ASI saja selama enam bulan pertama kehidupan Al, untuk MPASI saya hanya akan memberikan homemade food, baik untuk makanan utama maupun cemilannya. Untuk yang satu ini, saya juga harus tegas dan tahan terhadap banyaknya godaan makanan instan yang memang jauh lebih praktis.
Semua perlengkapan MPASI telah saya siapkan, sejumlah buku resep makanan bayi telah saya beli, panduan memberikan MPASI pun sudah banyak yang saya 'lahap', berarti sekarang tinggal menunggu eksekusinya saja. Huaaaa, sudah sangat tak sabar.
Seperti panduan di wholesomebabyfood, creamy avocado alias alpukat mentega plus susu akan menjadi makanan pertama Al. Four days waiting rule (atau setidaknya tiga hari) akan saya terapkan untuk melihat apakah Al alergi atau tidak pada makanannya. Sementara, menurut panduan Wied Harry, sebaiknya sebulan pertama, bayi hanya diberikan buah saja yang lebih mudah diolah oleh pencernaan bayi. Memasuki bulan ketujuh, barulah bayi diperkenalkan dengan sayuran dan karbohidrat kompleks, seperti bubur.
Btw, menjelang enam bulan, Al kini menjadi sangat aktif. Ia sudah mulai lancar tengkurap & telentang, sudah kuat mengangkat leher dan kepala, sudah mulai merayap dan mengejar mainan, semakin cerewet dan chubby. Al juga sangat tertarik pada buku. Setiap kali saya membaca di dekatnya, ia pun akan sibuk ikut melihat bahkan berusaha merebut buku yang saya pegang. Alhamdulillah, berat Al sekarang naik menjadi 7,6 kg (per 21 Agustus 2011). Rambutnya pun sudah tumbuh lagi. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Doakan semua berjalan lancar dan Al terus sehat...
Semua perlengkapan MPASI telah saya siapkan, sejumlah buku resep makanan bayi telah saya beli, panduan memberikan MPASI pun sudah banyak yang saya 'lahap', berarti sekarang tinggal menunggu eksekusinya saja. Huaaaa, sudah sangat tak sabar.
Seperti panduan di wholesomebabyfood, creamy avocado alias alpukat mentega plus susu akan menjadi makanan pertama Al. Four days waiting rule (atau setidaknya tiga hari) akan saya terapkan untuk melihat apakah Al alergi atau tidak pada makanannya. Sementara, menurut panduan Wied Harry, sebaiknya sebulan pertama, bayi hanya diberikan buah saja yang lebih mudah diolah oleh pencernaan bayi. Memasuki bulan ketujuh, barulah bayi diperkenalkan dengan sayuran dan karbohidrat kompleks, seperti bubur.
Btw, menjelang enam bulan, Al kini menjadi sangat aktif. Ia sudah mulai lancar tengkurap & telentang, sudah kuat mengangkat leher dan kepala, sudah mulai merayap dan mengejar mainan, semakin cerewet dan chubby. Al juga sangat tertarik pada buku. Setiap kali saya membaca di dekatnya, ia pun akan sibuk ikut melihat bahkan berusaha merebut buku yang saya pegang. Alhamdulillah, berat Al sekarang naik menjadi 7,6 kg (per 21 Agustus 2011). Rambutnya pun sudah tumbuh lagi. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Doakan semua berjalan lancar dan Al terus sehat...
24 July 2011
MPASI Shopping Time
Sebulan lagi adalah momen yang penting. Al's first solid food alias MPASI (Makanan Pendamping ASI). Ga sabar euy mau ngeliat my baby boy merasakan makanan pertamanya.
Hehehe.. Al sih ga ngerti kalau ini momen yang penting buat dia. Mom aja yang heboh nyiapin 'peralatan perang' MPASI Al. Awalnya benar-benar 'buta'.Browsing sana-sini, khatam baca tread persiapan MPASI di www.wholesomebabyfood.com & Urban Mama, akhirnya punya gambaran tentang apa aja yang harus disiapin, makanan apa yang boleh dan ga boleh diberikan sesuai umurnya, hingga aneka resep makanan bayi. Dan sampailah di bagian yang paling menyenangkan... BELANJA!!! ;)
Here they are... Sebagian sudah dibeli, sebagian lagi akan dibeli, n ada juga yang masih dipertimbangkan.
1. Food Maker
Konon katanya ini perlengkapan utama untuk MPASI. Kebanyakan orang menyarankan pakai Pigeon Food Maker. Tapi, aku sendiri ga begitu suka produk-produk keluaran Pigeon. Kebetulan, waktu ke food hall Mall Kelapa Gading, nemuin Puku Petit Food Maker. Harganya Rp110 ribu saja. Lebih murah ketimbang keluaran Pigeon yang harganya berkisar RP170-230 ribu.
2. Feeding Set
Untuk feeding set, aku jatuh cinta sama IKEA Mata dan beli warna hijau (Rp70 ribu). Aku juga beli set IKEA Smaska (Rp70 ribu) dan bowls with lid dari Mothercare (Rp129 ribu). Lucu & warna-warni biar anakku semangat makannya.
3. Drinking Set
Pengennya sih Boon Squirt warna orange yang cute banget itu. Tapi, aku ingat sudah punya botol silicon by Nuby (belinya di Mothercare. Botolnya Rp 135 ribu, sendoknya Rp55 ribu). Selain itu, pengen juga beli Doidy cup. Ini untuk melatih bayi minum dari gelas. Harganya Rp85 ribu. Satu lagi, beli IKEA Smaska Training Beaker. Harganya Rp45 ribu saja.
4. Cubes
Sebenarnya naksir berat sama baby cubes tapi mahal booo.. Akhirnya beli kotak-kotak kecil di Food Hall MKG. Harganya Rp13 ribu dan Rp22 ribu. Tapi, setelah browsing, nemuin satu set IKEA Pruta warna hijau. Pastinya langsung pesan online for IDR 135 ribu.. :D Cubes ini gunanya untuk menyimpan puree di kulkas.
Hehehe.. Al sih ga ngerti kalau ini momen yang penting buat dia. Mom aja yang heboh nyiapin 'peralatan perang' MPASI Al. Awalnya benar-benar 'buta'.Browsing sana-sini, khatam baca tread persiapan MPASI di www.wholesomebabyfood.com & Urban Mama, akhirnya punya gambaran tentang apa aja yang harus disiapin, makanan apa yang boleh dan ga boleh diberikan sesuai umurnya, hingga aneka resep makanan bayi. Dan sampailah di bagian yang paling menyenangkan... BELANJA!!! ;)
Here they are... Sebagian sudah dibeli, sebagian lagi akan dibeli, n ada juga yang masih dipertimbangkan.
1. Food Maker
Konon katanya ini perlengkapan utama untuk MPASI. Kebanyakan orang menyarankan pakai Pigeon Food Maker. Tapi, aku sendiri ga begitu suka produk-produk keluaran Pigeon. Kebetulan, waktu ke food hall Mall Kelapa Gading, nemuin Puku Petit Food Maker. Harganya Rp110 ribu saja. Lebih murah ketimbang keluaran Pigeon yang harganya berkisar RP170-230 ribu.
2. Feeding Set
Untuk feeding set, aku jatuh cinta sama IKEA Mata dan beli warna hijau (Rp70 ribu). Aku juga beli set IKEA Smaska (Rp70 ribu) dan bowls with lid dari Mothercare (Rp129 ribu). Lucu & warna-warni biar anakku semangat makannya.
3. Drinking Set
Pengennya sih Boon Squirt warna orange yang cute banget itu. Tapi, aku ingat sudah punya botol silicon by Nuby (belinya di Mothercare. Botolnya Rp 135 ribu, sendoknya Rp55 ribu). Selain itu, pengen juga beli Doidy cup. Ini untuk melatih bayi minum dari gelas. Harganya Rp85 ribu. Satu lagi, beli IKEA Smaska Training Beaker. Harganya Rp45 ribu saja.
4. Cubes
Sebenarnya naksir berat sama baby cubes tapi mahal booo.. Akhirnya beli kotak-kotak kecil di Food Hall MKG. Harganya Rp13 ribu dan Rp22 ribu. Tapi, setelah browsing, nemuin satu set IKEA Pruta warna hijau. Pastinya langsung pesan online for IDR 135 ribu.. :D Cubes ini gunanya untuk menyimpan puree di kulkas.
5. Ice Tray
Ice tray itu katanya sih buat bekuin kaldu. Akhirnya nemu yang bertutup di Food Hall MKG. Harganya Rp23 ribu.
6. High chair
Item yang satu ini menurutku salah satu yang terpenting. Sejak awal, aku maunya anakku disiplin saat makan. No gendong, no sambil jalan-jalan. Awalnya naksir high chair yang juga bisa jadi meja. Tapi, suami ga setuju karena ukurannya yang besar dan makan tempat. Akhirnya beli high chair Coco Latte di Ocha Baby Shop ITCK. Ada 3 tahap ketinggian, bisa reclined jadi kayak bouncer, bisa dilipat, cushion warna coklat yang cukup empuk dari bahan oscar, dan double tray. Lumayan. Harganya Rp580 ribu.
7. Slow Cooker Takahi.
Menurut testimonial orang-orang, Takahi ini cocok banget buat working mom. Tinggal cemplung bahan-bahannya malam sebelum tidur dan keesokan paginya... Jadilah bubur lembut dan wangi dengan nutrisi yang tetap terjaga. Rencananya slow cooker ini akan dibeli menjelang Al 7 bulan. Harga Takahi 1,2 lt di Ocha Baby Shop Rp330 ribu.
8. Multifunction Sterilizer and Babycook Little Giant.
Sebenarnya sih pengen beli Avent Wasabi. Karena mahal dan takutnya hanya dipakai sebentar, akhirnya menjatuhkan pilihan pada Little Giant ini. Sepertinya sih cukup canggih, sterilizer, sekaligus warmer, steamer, blender and chopper. Benar-benar multifungsi. Belum tahu kualitasnya bagaimana, tapi dicoba dulu. Penampakannya pun not bad. Harganya Rp345 ribu saja.
9. Kitchen utensils. Rencananya beli alat-alat masak MPASI di Ace Hardware, seperti pisau, talenan, sendok kayu, dan panci kecil.
Subscribe to:
Posts (Atom)












