Showing posts with label MPASI. Show all posts
Showing posts with label MPASI. Show all posts

03 December 2011

Masak Apa Hari Ini? #3

Karena saya ketiduran semalam, jadi saya tergesa-gesa masak untuk Al subuh tadi sebelum berangkat ke kantor. Menunya pun yang sangat sederhana. Bubur putih, daging tumis butter, labu, zuchini, & wortel kukus. Cemilannya, kiwi gold, pure pear singo dan alpukat. Semoga lahap. :))

01 December 2011

Masak Apa Hari Ini? #1

Happy December, everyone..!!!

Hihihi..Dasar emak-emak ga kreatif, hari ini saya menyiapkan makan pagi, siang, dan sore yang sama buat Al. Untuk makanan Al hari ini, saya sudah menyiapkan bubur yang dimasak dengan sedikit unsalted butter Lurpak di slow cooker semalam dan subuh tadi sudah matang.

Untuk lauknya, saya membuat daging, terong, zuchini, tomat, keju dan duo bawang yang ditumis dengan unsalted butter, sedikit ELOO. Karena Al sekarang sudah bisa memakan makanan yang bertekstur, jadi buburnya tidak perlu lagi diblender. Sementara, dagingnya cukup dicincang tipis dan sayurannya diparut. Hmmmm, it smells yummmy sih. Untuk cemilan Al, saya sudah menyiapkan puding oatmeal apel dan pure pear singo.


Sementara untuk saya dan suami, hehehehe.. makan di luar aja yah.. Tadi pagi kami berdua sarapan soto bersama, untuk siang pastinya saya mengandalkan Bu Brindil atau Bu Bagyo di kantin kantor, untuk makan malam, yaaaa liat aja nanti... :))

30 November 2011

Lulus ASIX dan Rentan Sakit

Ada satu hal yang paling menakutkan saya sejak Al lulus ASI Ekslusif. Rentan sakit. Mengantar Al untuk memulai makanan padat pertamanya tiga bulan lalu, membuat perasaan saya campur aduk, antara senang, penasaran, deg-degan dan khawatir. Saya sungguh khawatir Al menjadi rentan sakit.

Selama masa ASI Ekslusif, saya bisa sangat percaya diri, apapun yang Al alami, obatnya cuma satu, ASI. Sewaktu badannya hangat setelah imunisasi, cukup dengan memberikannya ASI dengan intensitas yang lebih sering dan temperatur tubuhnya pun menurun dengan sendirinya. Ketika Al lagi rewel, saya juga hanya perlu terus memberikannya ASI untuk memberikannya rasa tenang dan nyaman. Dia pun bisa tertidur dengan pulas.

Tapi, ketika masa ASI Ekslusif itu berakhir, Al mulai makan, kepercayaan diri saya pun meluntur. Banyak orang mengatakan, ketika bayi sudah mulai makan, dengan sendirinya ia akan rentan sakit. Makanan memang bisa jadi teman baik, tapi bisa menjadi musuh besar. Apalagi Al sedang dalam fase memasukkan segala benda ke mulutnya.

Dan benar saja. Al mengalami sakit perdana di usia delapan bulan. Al diare selama tiga hari setelah memakan mangga gedong. Ia tampak lemas, badannya panas, Al yang biasanya berisik ngoceh pun menjadi pendiam.

Dengan sangat berat hati dan atas saran dokter, saya terpaksa memberikannya obat penurun panas dan antibiotik. Saya sempat bertahan untuk tidak memberikan antibiotik, tapi diarenya tak kunjung berhenti dan panasnya juga tak turun. Al tak berhenti menyusu. Saya pun terpaksa bolos dari kantor selama tiga hari.

Untung, sakit Al tidak berlangsung lebih lama. Di hari ketiga, frekuensi pup Al mulai berkurang dan lebih padat. Namun, sejak sakit itu hingga sekarang, nafsu makan Al berkurang drastis. Al tak pernah lagi menghabiskan semangkok penuh makanannya dalam waktu 10 menit saja. Sekarang, bisa memasukkan lima suap saja ke mulutnya, saya sudah sangat bersyukur. Badan Al yang sebelumnya terlihat padat berisi, kini tampak singset. Tidak hanya soal makan, ocehan Al pun tidak seberisik sebulan yang lalu.

Beberapa hari lalu, jelang Al berusia sembilan bulan, badan Al kembali hangat. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Tapi, hari itu Al sempat memakan pure dalam kondisi dingin dari kulkas. Untungnya lagi, hangatnya Al cuma berlangsung semalam. Sepanjang malam pun, Al berkali-kali bangun untuk menyusu. Saya terpaksa menunda jadwal imunisasi campak Al hingga minggu depan agar Al benar-benar dalam kondisi fit.

Ahhh, saya merindu masa Al 'kebal' sakit, saya merindu masa Al tak pernah menolak saat disodorkan makanan, saya rindu masa Al mendapatkan proteksi penuh dari ASI saja, saya merindu masa ketika berat badan Al bisa tambah sekilo lebih hanya dengan ASI. Ahh, ASI.. I love you full.. Be nice to me hingga Al berusia setidaknya dua tahun yaa.. :))

12 November 2011

Working Mom, Bisa!!!

Setelah si makhluk kece, Al, lahir ke dunia, otomatis waktu saya nyaris tersita seluruhnya untuk dia. Pekerjaan juga sih, tapi bagi saya, menjadi seorang Mom tetap sebagai prioritas utama, sementara pekerjaan di kantor boleh lah jadi prioritas berikutnya.

Menjadi 'working mom' dan tanpa baby sitter pastinya bukan hal yang mudah. Seluruh waktu dan energiku terkuras buat kedua hal ini. Rutinitas dan kepadatan jadwal. Sekedar share, saya bangun sekitar pukul 3 atau 4 subuh, menyiapkan makanan Al, mensterilkan seluruh botol dan perlengkapan makannya, menyiapkan sarapan dan bekal untuk saya sendiri bawa ke kantor, nyusuin Al, mandi, dan siap berangkat kantor pada pukul 5.30 pagi.

Saya sudah harus berada di kantor pukul 7 pagi dan pulang sekitar pukul 3.30 sore. Sampai di rumah sekitar pukul 5 atau 5.30 sore, beres-beres, menyuapi makan malam Al, main dan nyusuin Al, lalu menidurkannya. Eits, Al tidur bukan berarti pekerjaan saya sudah beres.

Saat Al tidur malah harus saya manfaatkan sebaik mungkin untuk makan malam, mencuci botol susu, breast pump, sterilizing, menyiapkan baju serta perlengkapan lainnya untuk saya, Al & suamiku pakai keesokan hari, lalu memasak makanan Al di slow cooker, menyiapkan cemilan buahnya di kotak-kotak, dan membersihkan dapur.

Setelah semua beres, barulah saya bisa tidur dengan tenang sekitar pukul 11 malam. Terkadang bila saya tidak terlalu lelah, saya menutup malam dengan berbincang-bincang, menemani suami nonton televisi atau bahkan bercinta :D.

Ya, memang sangat padat dan cukup melelahkan. Jangan heran bila saya dengan mudah tertidur di busway. Walau terkadang jenuh, tetapi saya bahagia. Hidup saya lengkap dan sekali lagi, saya bahagia. Hidup memang pilihan dan untuk saat ini saya tidak memiliki pilihan lain selain menjadi 'working mom.'

Memang saya tidak memiliki waktu penuh untuk Al di hari kerja. Tapi, saya membayarnya lunas saat akhir pekan. Meski bekerja, saya tahu dengan detail setiap perkembangan Al, apa yang dia makan, apa kebiasaannya. Mudah-mudahan Al nantinya bisa melihat bagaimana Momnya berjuang untuk menjamin kehidupan yang layak buat dia, bagaimana Momnya berjuang keras untuk menyeimbangkan hidup. Memang belum sempurna, tapi saya sedang berusaha yang terbaik. :)

15 October 2011

Al Tujuh Bulan

Alair. Bercerita tentang Al bisa membuatku tersenyum-senyum sendiri. Al adalah anak yang sangat menyenangkan. Senyumnya manis sekali. Dengan ASI, ia tumbuh menjadi anak yang sehat. Perawakannya tidak kalah dengan anak-anak yang lahir cukup bulan.

Bila bulan sebelumnya, Al hanya bisa jinjit, sekarang ia sudah bisa menapakkan kaki dengan mantap di lantai. Ia bisa duduk tanpa oleng lagi ke samping. Al berguling--guling dan merayap ke tempat yang ia mau. Al belajar menggenggam, mengambil, merebut, membuang, hingga mencari barang (mainan/makanan). Kemampuan berbahasanya pun mulai berkembang. "Nenen", "Papa..papa", "Mam..Mam..Mam..", "Ya..ya..ya..ya", "Da..da..da..da."

Di usia tujuh bulan, ia sudah merasakan cukup banyak variasi makanan, mulai dari puree buah, sayur, dan sekarang ia sudah terbiasa menikmati nasi tim dengan kaldu, daging, berbagai protein lainnya. Al makan utama tiga kali sehari dengan sekali atau dua kali selingan buah. Semuanya hap..hap..hap..habis...Sejak awal MPASI, saya belum pernah mengalami kesulitan untuk menyuapinya. Al selalu makan dengan lahap dan tak pilih-pilih.

Tentu saja, saya membuatkan sendiri makanan Al di rumah. Saya dengan tegas berkata tidak pada makanan bayi instan yang dijual di pasaran. Begitu pula dengan gula dan garam, tidak, sampai usia Al setidaknya satu tahun. I'm a working Mom, but i even made homemade baby biscuit for my son. Tidak, saya tidak akan tergoda dengan produk biskuit instan, bubur instan dan semua yang instan. Sorry, i just can make it by my own. And yes, i'm a proud hard worker Mom.

Ini usaha Mom untuk memberikan yang terbaik buat kamu, nak.. Semoga kamu terus sehat dan makin pintar ya, Al sayang...

25 September 2011

Update Al: 6 Bulan

* ASI
Jumlah ASIP AL di kulkas sebanyak 8 botol

* MPASI
Sejauh ini, Al tidak bermasalah dengan makan. Dari semua makanan yang dicobanya, belum ada tanda-tanda alergi. Pupnya pun lancar, kecuali ketika makan pepaya, Al tidak pup selama dua hari (dan ternyata banyak yang mengalami masalah yang sama dengan pepaya). Oatmeal, Gasol, buah ataupun sayuran dilahap tandas. Hanya saja, Al suka makanan yang cenderung kental, tidak cair. Sejauh ini yang sudah Al coba:

Cereal & Grains: Tepung Gasol beras merah wangi, Tepung Gasol kacang hijau, dan Oatmeal Quick Cooking

Fruits: Alpukat Mentega, Melon, Mangga Harum Manis, Pisang Ambon, Pepaya California, Pear Xiang Li, Jeruk Baby, dan Apel (Red Delicious)

Vegetables: Kabocha, Butternut Squash, Ubi Madu Cilembu, Kentang, dan Wortel.

*Yang di-bold adalah makanan favorit Al.

Seminggu pertama, makanan Al cukup disaring saja. Tapi, sekarang, saya lebih senang menggunakan hand blender. Praktis, cukup diblender langsung di mangkok makannya. No splash tentunya (thanks to my hand blender Phillips :D ). Semua peralatan makan Al harus disteril terlebih dahulu. For hygenic reason, bahkan pisau, panci, talenan, segala peralatan masak buat makanan Al saya basuh dulu dengan air panas.

Sesempat-sempatnya, saya berusaha memberikan makanan fresh buat Al (masak sebelum saya berangkat kerja). Tapi, saya juga tetap menyediakan stok frozen food di freezer. Untuk Bahan makanan Al, terkadang saya membeli yang organik. Bilapun sulit mendapatkannya, bahan makanan lokal non organik pun tetap oke selama kualitasnya baik dan masih segar. Untuk Al, saya bakal kasih semua yang terbaik semampu saya. Sekian :)))

17 September 2011

Pengalaman MPASI 6M+ Al

Sudah lebih dari dua minggu sejak Al menikmati MPASI perdananya. Alhamdulillah, sejauh ini Al makannya lahap dan tidak alergi. Menyiapkan MPASI Al pun ternyata tidak terlalu repot, bahkan sekarang menjadi aktivitas baru yang menyenangkan bagiku.

Seperti yang telah direncanakan, MPASI pertama Al adalah puree alpukat mentega. Cukup tercengang dengan harga alpukat mentega di t*tal, nyaris Rp40 ribu/kg. Tapi, demi Al, beli aja deh :D. Puree pertama Al ini dicampur dengan ASI sekitar 20 cc untuk setengah alpukat. Tidak terlalu encer, tapi tidak terlalu kental. Al makan puree alpukatnya dengan lahap. Bahkan, tangan saya pun sampai ditarik-tarik agar memasukkan sendok ke mulutnya. Al makan sekitar tujuh sendok bayi. Awal yang bagus, son!

Awalnya, saya berniat mengikuti aliran Wied Harry, yang menyarankan bayi hanya diberikan buah saja di usia enam bulan. Buah-buahan yang sudah dinikmatin Al: alpukat, pepaya, pear, pisang, apel dan jeruk baby. Al paling suka dengan alpukat dan pisang Ambon. Al tidak begitu suka dengan puree pear murni, kecuali bila dicampur dengan buah lain, seperti pisang. Sementara, pepaya membuat Al tidak pup selama dua hari.

Namun, melihat kemampuan makan Al cukup bagus, saya pun mulai mengenalkan oatmeal, tepung gasol beras merah wangi dan jenis sayuran, diantaranya ubi madu cilembu, butternut squash, kentang dan wortel. Saya pun sudah membeli kabocha dan zukini, yang rencananya akan saya olah menjadi puree saat hari libur nanti.

Sejauh ini, Al sangat menikmati saat makannya. Porsinya pun semakin banyak. Dua minggu pertama, Al hanya makan sekali sehari. Sekarang, frekuensinya pun ditambah menjadi dua kali sehari. Bila masih belum puas, Al akan marah sambil menarik mangkoknya. Tapi, bila sudah kenyang, biasanya Al akan memalingkan wajahnya dan akhirnya nangis deh. ;D

Karena saya seorang WM, yang harus berangkat kerja sangat pagi dan pulang saat hari sudah sangat sore, saya pun akhirnya memilih metode frozen food, memasak makanan Al dalam jumlah banyak (cukup untuk persediaan seminggu), lalu dibekukan. Sekitar dua jam sebelum disajikan, makanannya ditaruh di kulkas bawah. Menjelang waktu makan, tinggal masukkan kotak puree ke magic jar, then bila sudah agak hangat, ready to served dehh..

Sejauh ini, alat yang sangat membantu saya dalam menyiapkan MPASI Al adalah hand blender Phillips. Saya membelinya di Mom, baby and Kids Fair Agustus lalu seharga Rp460 ribu. Hanya dalam beberapa detik, makanan Al jadi halus lus lus lus... Pencipta hand blender ini pastinya orang yang sangat jenius, hehehe..

Mudah-mudahan Al terus lahap makannya, tetap sehat, dan tambah montok. O iya, tepat 6,5 bulan, berat Al naik 900 gram menjadi 8 kg dengan panjang 66,5 cm. Alhamdulillah ya, sesuatu banget... (hahahaha, Syahrini mode on).

02 September 2011

Dear Moms...

Seseorang belum bisa disebut sukses sebagai seorang Ibu hanya karena berhasil memberikan ASI Ekslusif kepada anaknya. Belum bisa disebut sukses sebagai seorang Ibu hanya karena berhasil menahan diri untuk tidak memberikan makanan pendamping sebelum usia anak enam bulan. Belum bisa disebut sukses sebagai seorang Ibu hanya karena berhasil meminimalisir penggunaan disposable diaper dan lebih memilih menggunakan cloth diaper berharga mahal yang sedang tren saat ini. Belum bisa disebut sukses sebagai seorang Ibu karena hanya memberikan makanan buatan rumah kepada sang anak.

Seseorang tidak gagal menjadi seorang Ibu hanya karena tidak bisa memberikan ASI dan terpaksa meminumkan susu formula kepada anak. Seseorang tidak gagal menjadi Ibu hanya karena memberikan makanan pendamping sebelum usia anak enam bulan, sementara memang sang anak sudah menujukkan tanda-tanda kesiapan untuk makan. Seseorang tidak gagal menjadi seorang Ibu karena menggunakan disposable diaper. Seseorang tidak langsung gagal menjadi seorang Ibu hanya karena tak mengerti cara membuat makanan buatan sendiri untuk bayinya, sehingga akhirnya hanya memberikan makanan instan.

Seseorang sukses atau gagal menjadi seorang Ibu bukan hanya karena hal-hal itu. Tak bisa sepintas dinilai dengan sang anak berhasil tengkurap di usia tiga bulan, bisa duduk di usia lima atau enam bulan, bisa berdiri dan belajar jalan di usia sembilan bulan. Merawat anak membutuhkan kemampuan holistik sang Ibu. Gagal atau suksesnya seseorang sebagai Ibu baru akan terlihat puluhan tahun depan, menjadi seperti apa anak yang kita rawat dan besarkan.

Seseorang akan menjadi Ibu yang sukses bila ia mau berusaha dan berjuang keras untuk memberikan segala yang terbaik bagi sang anak. Menjadi Ibu yang sukses bukan hanya karena berhasil memenuhi kebutuhan materi sang anak dan hal-hal komersil yang wara-wiri di forum ibu-ibu muda perkotaan. Lebih dari itu. Beri perhatian ekstra terhadap kesehatan sang anak, berikan nutrisi terbaik, rangsang kemampuannya, berikan apresiasi, limpahi dia dengan kasih sayang, berikan contoh yang baik, ucapkan hal-hal baik, jadilah teladan sepanjang hidup sang anak. Bila sudah melakukan hal itu, Insya Allah kita adalah Ibu yang sukses dan akan mencetak anak yang sukses lahir batin.

28 August 2011

Spesialnya Enam Bulan

Akhirnya, saat yang saya tunggu-tunggu datang juga. Tepat 28 Agustus 2011, Al resmi menyandang predikat sarjana ASI Ekslusif dan siap untuk makanan solid pertamanya. Alhamdulillah. Leganya.

Walaupun perjuangan saya belum akan berhenti di sini, setidaknya ini menjadi satu langkah penting untuk kehidupan Al. Ya, saya tidak akan berhenti sampai di sini. Saya berkewajiban untuk memberikan ASI untuk Al hingga usianya setidaknya dua tahun.

Tantangan berikutnya menjadi lebih berat, selain tetap memberikan ASI/ASIP, saya berkewajiban untuk memberikan homemade food, yang pastinya tanpa tambahan gula dan garam. Insya Allah saya siap, saya bisa, dan sudah tidak sabar untuk menjalankan peran baru saya sebagai the best "Masterchef" ever untuk Al

Di usia Al yang keenam bulan, doa dan harapan terbaik tetap saya panjatkan. Semoga Al tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, tangguh, periang, dan membawa kebaikan dan kebanggaan bagi banyak orang. Amin. Amin. Amin.

26 August 2011

Menghitung Hari Menuju Sarjana ASIX

Horeeeee... Dua hari lagi Al lulus ASI Ekslusif dan resmi berpredikat S.ASIX. Senangnya.. Dua hari lagi saya akan menghadapi tantangan baru, yaitu menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) rumahan untuk Al. Sama seperti komitmen saya untuk memberikan ASI saja selama enam bulan pertama kehidupan Al, untuk MPASI saya hanya akan memberikan homemade food, baik untuk makanan utama maupun cemilannya. Untuk yang satu ini, saya juga harus tegas dan tahan terhadap banyaknya godaan makanan instan yang memang jauh lebih praktis.

Semua perlengkapan MPASI telah saya siapkan, sejumlah buku resep makanan bayi telah saya beli, panduan memberikan MPASI pun sudah banyak yang saya 'lahap', berarti sekarang tinggal menunggu eksekusinya saja. Huaaaa, sudah sangat tak sabar.

Seperti panduan di wholesomebabyfood, creamy avocado alias alpukat mentega plus susu akan menjadi makanan pertama Al. Four days waiting rule (atau setidaknya tiga hari) akan saya terapkan untuk melihat apakah Al alergi atau tidak pada makanannya. Sementara, menurut panduan Wied Harry, sebaiknya sebulan pertama, bayi hanya diberikan buah saja yang lebih mudah diolah oleh pencernaan bayi. Memasuki bulan ketujuh, barulah bayi diperkenalkan dengan sayuran dan karbohidrat kompleks, seperti bubur.

Btw, menjelang enam bulan, Al kini menjadi sangat aktif. Ia sudah mulai lancar tengkurap & telentang, sudah kuat mengangkat leher dan kepala, sudah mulai merayap dan mengejar mainan, semakin cerewet dan chubby. Al juga sangat tertarik pada buku. Setiap kali saya membaca di dekatnya, ia pun akan sibuk ikut melihat bahkan berusaha merebut buku yang saya pegang. Alhamdulillah, berat Al sekarang naik menjadi 7,6 kg (per 21 Agustus 2011). Rambutnya pun sudah tumbuh lagi. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Doakan semua berjalan lancar dan Al terus sehat...

25 July 2011

MPASI: Spoonfeeding vs Baby Led Weaning (BLW) Concept

Sebulan jelang pemberian MPASI pertama Al, ada hal penting yang kini terlintas di pikiran saya. Metode MPASI apa yang akan saya terapkan ke Al: Spoonfeeding ataukah Baby Led Weaning?

Menurut berbagai sumber yang saya baca, salah satunya di wholesomebabyfood, kedua konsep ini memiliki keuntungan dan kelemahannya masing-masing. Spoonfeeding concept lebih mengacu ke MPASI tradisional, yaitu kita membuatkan makanan untuk bayi, dimulai dari puree buah atau sayur yang cenderung cair, lalu bertahap menjadi lebih kental, bubur susu, berlanjut ke bubur saring, sebelum akhirnya memberikan "table food". Seperti pada umumnya, bayi pun diberikan MPASI dengan cari disuapi menggunakan sendok.

Keuntungan menggunakan metode ini, kita bisa menakar seberapa banyak makanan yang dikonsumsi bayi kita dan bisa memastikan perut bayi telah beradaptasi secara perlahan dan bertahap dengan jenis-jenis makanan yang diberikan padanya. Sementara kelemahannya, metode pemberian MPASI dengan menyendokinya ini kerapkali membuat bayi melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM) apabila ia sedang tidak berselera makan ataupun memang tidak suka dengan makanan yang disajikan. Bayi juga menjadi lebih lama untuk belajar makan sendiri, tanpa harus disuapi lagi.

Nah, sekarang ini muncul lah tren Baby Led Weaning (BLW). BLW mengadopsi konsep "breastfeeding as demand." Menyusui sebanyak dan selama yang bayi mau, menyusui kapan pun bayi menginginkannya. Bagi saya, konsep ini menarik dan cukup logis.

Berbeda dengan MPASI konvensional, konsep BLW tidak mengenal pemberian puree ataupun bubur. Bayi hanya diberikan makanan lembut, lalu di-mash ataupun dipotong kecil-kecil, sehingga mudah digenggam. Contohnya, wortel yang dipotong memanjang lalu dikukus hingga lembut dan siap diberikan pada bayi. Saat MPASI, bayi dibiarkan mengeksplorasi rasa dan tekstur makanannya sendiri. Bayi dibiarkan makan dengan menggunakan tangannya sendiri, tanpa perlu dibantu untuk memasukkan makanan ke mulutnya. Let your baby do all he wants. Bayi sendiri yang memutuskan kapan ia akan memulai dan berhenti makan. Kita hanya bertugas menyiapkan makanan di hadapan bayi and let him do the rest!

Banyak keuntungan menggunakan konsep BLW ini. Bayi menjadi lebih terlatih untuk menggenggam, melatih koordinasi tangan dan mulut, dan akan lebih memudahkan bayi untuk akhirnya belajar menggunakan sendok. Bayi belajar mandiri sejak awal, tak menjadi picky eater alias pilih-pilih makanan, meminimalisir GTM dan kemungkinan obesitas. Kelemahannya, kita tidak bisa menakar berapa banyak makanan yang harus dihabiskan bayi. Bagi emak-emak super higienis, konsep ini tentu saja akan menjadi a big NO! Bayangkan saja bagaimana situasinya bila bayi dibiarkan makan sendiri!

Saya sendiri belum memutuskan akan menggunakan konsep apa. Tapi, kemungkinan saya akan mencoba menggabungkan kedua konsep ini. Mungkin bisa dengan tetap memberikan puree di awal MPASI, tentu saja dengan cara disuapi. Namun, saat porsi makan Al sudah bertambah, saya akan membuat cemilan 'finger food' yang bisa digenggam dan dimakannya sendiri. Bisa atau enggaknya, yaa let see lah nanti.. hehehehe.. Cheers!

24 July 2011

MPASI Shopping Time

Sebulan lagi adalah momen yang penting. Al's first solid food alias MPASI (Makanan Pendamping ASI). Ga sabar euy mau ngeliat my baby boy merasakan makanan pertamanya.

Hehehe.. Al sih ga ngerti kalau ini momen yang penting buat dia. Mom aja yang heboh nyiapin 'peralatan perang' MPASI Al. Awalnya benar-benar 'buta'.Browsing sana-sini, khatam baca tread persiapan MPASI di www.wholesomebabyfood.com & Urban Mama, akhirnya punya gambaran tentang apa aja yang harus disiapin, makanan apa yang boleh dan ga boleh diberikan sesuai umurnya, hingga aneka resep makanan bayi. Dan sampailah di bagian yang paling menyenangkan... BELANJA!!! ;)

Here they are... Sebagian sudah dibeli, sebagian lagi akan dibeli, n ada juga yang masih dipertimbangkan.

1. Food Maker
Konon katanya ini perlengkapan utama untuk MPASI. Kebanyakan orang menyarankan pakai Pigeon Food Maker. Tapi, aku sendiri ga begitu suka produk-produk keluaran Pigeon. Kebetulan, waktu ke food hall Mall Kelapa Gading, nemuin Puku Petit Food Maker. Harganya Rp110 ribu saja. Lebih murah ketimbang keluaran Pigeon yang harganya berkisar RP170-230 ribu.

2. Feeding Set
Untuk feeding set, aku jatuh cinta sama IKEA Mata dan beli warna hijau (Rp70 ribu). Aku juga beli set IKEA Smaska (Rp70 ribu) dan bowls with lid dari Mothercare (Rp129 ribu). Lucu & warna-warni biar anakku semangat makannya.

3. Drinking Set
Pengennya sih Boon Squirt warna orange yang cute banget itu. Tapi, aku ingat sudah punya botol silicon by Nuby (belinya di Mothercare. Botolnya Rp 135 ribu, sendoknya Rp55 ribu). Selain itu, pengen juga beli Doidy cup. Ini untuk melatih bayi minum dari gelas. Harganya Rp85 ribu. Satu lagi, beli IKEA Smaska Training Beaker. Harganya Rp45 ribu saja.

4. Cubes
Sebenarnya naksir berat sama baby cubes tapi mahal booo.. Akhirnya beli kotak-kotak kecil di Food Hall MKG. Harganya Rp13 ribu dan Rp22 ribu. Tapi, setelah browsing, nemuin satu set IKEA Pruta warna hijau. Pastinya langsung pesan online for IDR 135 ribu.. :D Cubes ini gunanya untuk menyimpan puree di kulkas.

5. Ice Tray
Ice tray itu katanya sih buat bekuin kaldu. Akhirnya nemu yang bertutup di Food Hall MKG. Harganya Rp23 ribu.

6. High chair
Item yang satu ini menurutku salah satu yang terpenting. Sejak awal, aku maunya anakku disiplin saat makan. No gendong, no sambil jalan-jalan. Awalnya naksir high chair yang juga bisa jadi meja. Tapi, suami ga setuju karena ukurannya yang besar dan makan tempat. Akhirnya beli high chair Coco Latte di Ocha Baby Shop ITCK. Ada 3 tahap ketinggian, bisa reclined jadi kayak bouncer, bisa dilipat, cushion warna coklat yang cukup empuk dari bahan oscar, dan double tray. Lumayan. Harganya Rp580 ribu.

7. Slow Cooker Takahi.
Menurut testimonial orang-orang, Takahi ini cocok banget buat working mom. Tinggal cemplung bahan-bahannya malam sebelum tidur dan keesokan paginya... Jadilah bubur lembut dan wangi dengan nutrisi yang tetap terjaga. Rencananya slow cooker ini akan dibeli menjelang Al 7 bulan. Harga Takahi 1,2 lt di Ocha Baby Shop Rp330 ribu.

8. Multifunction Sterilizer and Babycook Little Giant.
Sebenarnya sih pengen beli Avent Wasabi. Karena mahal dan takutnya hanya dipakai sebentar, akhirnya menjatuhkan pilihan pada Little Giant ini. Sepertinya sih cukup canggih, sterilizer, sekaligus warmer, steamer, blender and chopper. Benar-benar multifungsi. Belum tahu kualitasnya bagaimana, tapi dicoba dulu. Penampakannya pun not bad. Harganya Rp345 ribu saja.

9. Kitchen utensils. Rencananya beli alat-alat masak MPASI di Ace Hardware, seperti pisau, talenan, sendok kayu, dan panci kecil.