07 November 2013
"Sapi Suci"
Saya beberapa kali mencoba wagyu saat liputan di Shangri-La dan Ritz Carlton dulu. Apa yang membuat wagyu ini istimewa? Wagyu istimewa karena sapinya benar-benar diperlakukan khusus untuk menghasilkan daging yang berkualitas. Makanannya terpilih, sapinya harus bebas stres bahkan rutin dipijat. Hasilnya? Daging sapi yang benar-benar lembut dan harganya berkali-kali lipat dibandingkan harga daging sapi biasa.
Nah, kembali lagi ke Sapi Suci. Saat itu, sepulang dari Gandaria City, kami bertiga mampir di Radio Dalam. Tempatnya sih tidak mencolok. Dan saat masuk, ruangannya terasa sempit dan gelap. Kids friendly? Nope. Meja dan kursinya terlalu berdempetan sehingga sulit untuk bergerak karena takut mengganggu orang lain yang makan di depan atau belakang kami.
Saya memesan Buddy’s Special dengan kematangan medium, sementara suami saya memesan Premium Sirloin yang well done. Setiap paket sudah dilengkapi dengan kentang goreng, bayam tumis dan pilihan saus, ada mushroom, barbeque dan black pepper. Saya dan suami memilih saus barbeque.
Saat pesanan datang, saya terkejut juga dengan porsinya yang cukup besar. Pardon me, tapi rasa sausnya biasa saja, dan saya tidak mengerti apa gunanya bayam tumis di piring tersebut. Rasanya tidak cocok dengan sajian daging dan kentangnya. Saya hanya bisa merasakan rasa bawang putih yang sangat menyengat di tumisan sayurnya dan tidak ada rasa menonjol di saus barbequenya.
Tapi, saya memberikan acungan jempol untuk wagyunya. Benar-benar lembut dan juicy. Wagyu menjadi “pahlawan” di piring tersebut. Dan dibandingkan harga seporsi wagyu di hotel berbintang, tentu Sapi Suci menjadi pemenang karena harganya mungkin hanya seperlimanya.
Mau kembali lagi kesana? I guess not, selama tempatnya masih sesempit itu. Tapi bagi yang ingin mencoba sensasi wagyu, Sapi Suci tentu saja bisa menjadi pilihan yang relatif “ramah” di dompet.
11 March 2012
Nanny's Pavillon Bathroom
05 January 2009
Sajian Jumbo Ala New York
Suasana yang menghibur dengan tawaran hidangan spesial siap memanjakan lidah membuat B.A.T.S. patut dijadikan restoran andalan. Pengunjung dapat menghabiskan malam dengan hiburan live music dari musik homeband B.A.T.S. yang didatangkan dari berbagai negara.
Di hari-hari tertentu, anda akan mendapati suasana berbeda dengan berbagai sajian program. Selasa, B.A.T.S menawarkan program Martini Madness. Para tamu akan mendapatkan dua gelas martini dengan satu harga hingga tengah malam. Tamu bisa memilih di antara10 jenis martini, seperti cosmopolitan, strawberry frutini, chocolate martini hingga battini. Ini minuman khas B.A.T.S.
Rabu, program lain pun disiapkan B.A.T.S., bertajuk Wine Me Up! Setiap tamu yang memesan menu steak B.A.T.S. akan mendapatkan free-flow wine. Gelas wine tak akan pernah dibiarkan kosong hingga potongan terakhir daging steak di piring habis.
Untuk makanan, B.A.T.S. mengangkat nuansa khas New York, Amerika. Tidak hanya dari cara pengolahan juga porsi besar. Tersedia pizza 18 inci, caesar salad superbesar dan burger seberat 300 gram serta aneka pilihan steak mulai dari mulawarra, wagyu dan prime beef.
"B.A.T.S. menyiratkan nuansa bawah tanah New York dengan makanan Amerika yang oversized. Steak, pizza dan minuman di B.A.T.S. memang lebih besar dibanding porsi umumnya. Buat anak-anak muda ataupun siapapun yang berjiwa muda, B.A.T.S merupakan tempat sempurna untuk makan, kumpul atau sekedar menikmati musik," kata pubilic relation coordinator Hotel Shangri-La Jakarta, Mala Ekayanti.
Untuk pembuka, ada beberapa pilih yang wajibdi coba. Ada house salad (campuran selada, tomat, mentimun, alpukat, foccasia croutons dengan saus pilihan), B.A.T.S. Caesar. Ini selada Roman dengan keju parmesan, croutons atau roti panggang kering, saus caesar, serta chicken strip ala Cajun), ataupun JD chicken wings (sayap ayam dengan bumbu rendaman barbeque dan saus Jack Daniel’s). Harganya berkisar antara Rp70.000 ++ hingga Rp90.000 ++. Anda juga bisa menikmati sup,antara lain, pumpkin soup ataupun Boston clam chowder dengan harga berkisar Rp55.000 ++ hingga Rp75.000 ++.
Untuk memanjakan perut anda, pilihan sandwich, burger, fajitas, pasta dan pizza siap menghentak. Tersedia B.A.T.S Burger (beef burger seberat 300 gram dengan roti burger berwijen dengan salad dan acar) ataupun cheese steak (roti hot dog dengan iga panggang seberat 175 gram dan jack cheese meleleh. Untuk hidangan klasik, anda harus mencoba sizzling fajitas, yakni fajitas ayam atau sapi disajikan di atas piring panas dengan tambahan tortilla.
Hidangan pizza terdiri dari beberapa ukuran dari 11 inchi hingga 17 inchi dengan berbagai pilihan toping. Lalu, salah satu pasta yang menjadi unggulan linguine seafood marinara. Ini pasta linguine yang disajikan bersama udang, kerang, cumi, saus tomat dan basil segar.
Untuk anda yang menggemari daging panggang, coba saja Australia's finest wagyu beef with high marbling 350 gr beef rib eye, surf & turf beef tenderloin 220 gr, king prawns, atau rangers valley 300 days grain fed beef 220 gr beef tenderloi, yang siap membuat kekenyangan dengan harga berkisar antar Rp235 ribu++ hingga Rp415 ribu ++.
Menutup santapan lebih sempurna dengan andalan genuine New York cheese cake with berry coulis ataupun hot sizzling virginia brownies served with apple mash.
B.A.T.S. yang berkapasitas 88 tempat duduk di restoran, 108 di bar utama dan 15 tempat duduk di billiard bar level satu buka setiap hari mulai pukul 17.00 – 02.00, makan malam pukul 19.00 – 22.00, dan happy hour pukul 17.00 – 19.00. B.A.T.S. siap menghentak malam anda.
Astri Istiana Ihsan
20 October 2008
Chef Iman Sudarsono
Memasak Adalah Tantangan dan Kebanggaan
HARI sudah beranjak senja kali itu. Cukup lama saya menunggu, lalu muncul pria berperawakan tinggi besar. Dialah Iman Sudarsono, Executive Chef Mercure Convention Center (MCC), Ancol-Jakarta. Kami mengobrol santai di teras Sunda Kelapa Cofee Shop MCC. Berhadapan langsung dengan pantai yang kala itu ramai wisatawan.
Iman bercerita bahwa menjadi koki sama sekali bukan cita-citanya. Pria kelahiran Garut, 4 Mei 1972 ini justru berharap menjadi arsitek atau pemusik. Nasib berkata lain. Terdesak kebutuhan, alumnus Universitas Siliwangi jurusan agronomi ini, tercemplung di dunia dapur.
Awalnya, hanya menjadi pencuci piring di Country Club. Berbekal tekad dan keinginan belajar, Iman sedikit demi sedikit berusaha mengenal bahan-bahan makanan, berikut istilahnya dalam bahasa Inggris. Kala itu, kata chef yang kerapkali membuat orang tertawa dengan guyonan-guyonan ini merasa sangat sulit belajar dari chef lain yang lebih berpengalaman. Entah pelit ilmu atau takut tersaingi, chef senior tak mau memberikan penjelasan apapun jika dia bertanya nama-nama bumbu dan kegunaannya.
Mengakali itu, dia mencoba mencuri-curi pandang jika senior sedang memasak. Dia mempraktikkannya saat malam. Chef yang memiliki spesialisasi makanan western dan Asia ini pun meminta izin membawa pulang sampel bumbu. Lalu, ditempelkan dalam buku, dilabel dengan nama dalam bahasa Inggris. Kadangpula dicicipi hingga dia tak kebingungan lagi ketika diminta membantu di dapur.
“Lari ke hotel, saya sempat kaget. Banyak sekali istilah dalam bahasa Inggris. Ada rempah, daun-daunan, aneka pasta, istilahnya aneh-aneh. Saya bertekad dalam sehari saya mesti menguasai setidaknya lima macam bumbu dalam bahasa Inggris,” kenang Iman.
Bagi dia, yang pernah merasakan bekerja di Hotel Grand Metro (Millenium), Mandari Oriental, Aryaduta Lippo Karawaci, Sheraton Bandung Sheraton Bandara dan Sheraton Timika, makanan seharusnya tidak sekadar enak, penampilan dan aroma pun harus bagus.
Menurut dia, masak itu bagaikan dunia mode dan memiliki tren. Suatu hari, tren itu akan kembali lagi meski dengan kemasan berbeda.
Karena makanan itu sesuatu yang subyektif, berbeda-beda di setiap lidah. Dia pun berbagai tips jika ingin memasak yang bisa diterima semua orang. Pertama, memasaklah dengan rasa yang netral, tidak terlalu manis, asam, asin ataupun pedas. Jangan pula terlalu banyak menanyakan rasa ke berbagai orang karena hanya akan membingungkan.
Kedua, memasak juga mesti menggunakan hati dan perasaan, mood dalam keadaan bagus dan tubuh fit. Terakhir, jangan sekali-kali memasak jika bahan tidak lengkap. Jika tetap memaksakan memasak menu tertentu meski bahan tidak lengkap, dipastikan hasil dan rasa masakan tidak akan maksimal.
“Jangan bilang memasak semur, jika kayu manisnya tak ada,” katanya.
Memasak baginya adalah tantangan juga kebanggaan. Tantangan bagaimana menciptakan menu yang serasi bahan, rasa, warna dan penataan, serta tak biasa alias memiliki keistimewaannya. Belum lagi bila mendapatkan permintaan yang aneh-aneh dari tamu. Kebanggaan adalah bisa mengenal banyak artis maupun memasak untuk para pejabat.
Astri Istiana Ihsan
Shiosai Japanese Restaurant
KETIKA memasuki restoran ini langsung disambut salam selamat datang ala Jepang: irashaimase. Lagu-lagu Jepang pun mengalun asik memanjakan telinga. Ketenangan kental terasa, menambah kesyahduan nuansa tradisional Jepang. Suasana ini bisa ditemui di Shiosai Japanese Restaurant yang terletak di lantai dasar Mercure Convention Center (MCC). Restoran yang baru selesai direnovasi 28 Juni 2008 ini merupakan restoran Jepang pertama di area Ancol Jakarta Bay.
Shiosai merupakan tempat yang pas untuk perjamuan makan, meeting point, atau sekadar bersantai bersama keluarga maupun kerabat. Sembari menikmati aneka hidangan lezat berpadu kehangatan dan keramahan pelayanan. Restoran ini berkapasitas 90 orang. Area restoran terbagi empat, Teppanyaki, Sushi Counter, Dining Table dan empat ruangan Tatami, yang bisa digunakan minimum payment Rp500.000.
Soal menu dan rasa, tak perlu diragukan. Chef Yono, yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di restoran Jepang, siap memanjakan lidah dengan variasi makanan yang tersaji dari bahan-bahan segar terbaik demi menjaga kualitas. Di sini bisa mengamati langsung live cooking show dari juru masak berpengalaman di area Teppanyaki, ataupun menikmati menu segar sushi dan sashimi. Anda juga bisa memesan sesuai selera.
Menu yang ditawarkan sangat beragam. Bagi yang baru pertama kali berkunjung ke Shiosai, coba hidangan andalan dan menjadi favorit yakni amiyaki steak. Daging sirloin panggang yang makin kaya rasa dengan saus soya bawang putih. Atau kanteyaki, potongan daging sapi panggang yang bisa dibakar sendiri menggunakan arang di tungku tradisional. Disajikan dengan jamur Jepang, bawang dan saus kedelai yang lezat.
Adapula shabu-shabu, sukiyaki, tempura, aneka pilihan sushi dan shasimi. Ada juga fusion sushi roll, seperti o sama roll, shisyamo roll, yuzu roll, dragon roll, aki special roll, softshell crab unagi roll, jotei sushi roll, dan baby octopus susi roll.
Oh ya, sebelum menyantap menu utama ini, jangan lewatkan ragam menu pembuka, seperti salad Jepang, yang terdiri dari acar, rumput laut, selada, dry flakes. Ini campuran sayuran yang dicocol dengan saus terdiri dari vinegar, minyak zaitun, soyu dan wijen hitam. Sungguh menyegarkan. Ataupun pembuka andalan, yakni edamame atau kacang kedelai muda berwarna hijau.
Tutuplah santapan dengan pilihan buah segar musiman, es krim ataupun es krim teh hijau. Segarkan tenggorakan dengan teh khas Jepang yang segar, ocha. Harga menu di Shiosai mulai dari Rp17.000 hingga Rp 280.000. Namun, pada 5 Oktober hingga 31 Oktober ini, Shiosai akan memberikan diskon 20 persen bagi semua menu makanan, plus tiket masuk gerbang Ancol untuk kunjungan berikutnya. Jadi, jangan sampai kelewatan, langsung saja ke Shiosai Japanese Restaurant. Astri Istiana Ihsan
23 September 2008
Pacific Restaurant and Lounge
RAMADAN ini Ritz-Carlton Pacific Place pun tak mau ketinggalan memanjakan para tamu. Di Pacific Restaurant and Lounge yang terletak di lantai enam Ritz-Carlton Pacific Place, bisa menikmati keajaiban aneka masakan Timur Tengah dan India, dengan gelaran The Silk Route Buka Puasa Buffet.
Tak tanggung-tanggung, Pacific Restaurant and Lounge mengundang sekaligus dua orang chef tamu. Chef Hany, juru masak berkebangsaan Mesir spesialis hidangan Libanon yang didatangkan langsung dari Ritz-Carlton Sharm El Sheikh, Mesir. Adapula chef berkebangsaan India, Mahipal Singh, dari The Ritz-Carlton Bahrain. Kehadiran kedua chef ini menghadirkan sentuhan warna tersendiri dalam setiap sajian hidangan Ramadhan di sini.
Kelezatan The Silk Route Buka Puasa mulai tersaji dari pukul 17.30 menjelang waktu berbuka puasa hingga pukul 21.00 Wib. Para tamu bisa menikmati sepuasnya hidangan buffet, mulai dari berbagai minuman, makanan ringan, hidangan India dan Libanon, sup, hingga aneka makanan penutup dengan harga Rp228.000++ per orang, termasuk free-fllow jus dan hanya perlu merogoh kantong Rp128.000++ per anak usia 15-12 tahun.
Mahipal menawarkan, serangkaian hidangan. Untuk tajil atau cemilan ada Rice Kheer, Rasmalai, Jalebi, Rice Pudding, Shahi Tukra. Untuk hidangan utama ada chicken chat, aloo chat, boondi raita, mushroom salad, papadum, pickle, chutney, murgh kadai, rogan josh, dal makhani, palak mushroom, chicken tikka, biryani rice, bhindi masala, seek kebab, asstt breads, murgh saagwala, kadai mushroom, lemon rice, chicken korman, mutton kadai,dal tarka, aloo gobi dan peas pulaoo.
Awalnya saya sempat ragu mencoba menu India yang tersaji. Hidangan India terkenal dengan kekayaan bumbu dan rempah, terkadang terasa seperti jamu. Namun, setelah saya mencicipi beberapa sajian mahipal, ternyata rasa bumbu dan rempah ala India yang biasa terasa amat pekat, justru sangat pas di lidah saya. Tak begitu “jamu” namun juga tidak meninggalkan kekhasan India. Lezat.
Masakan Libanon racikan Hany juga tak kalah menariknya. Ada Libanon doughnut, basbosa, rice pudding, apricot pudding dan om Ali pastry milk pudding. Untuk sup ada yellow lintel soup. Untuk mezze presentation cold atau salad ala Libanon, ada hummus chickpea dip, yogurt with cucumber, metable eggplant salad, mehamara tomato bell pepper dip, beetroot salad, bakdonisea dan fatoush bread salad. Menu utama yang tersedia yakni, grilled beef kebab, grilled lamb kofta dan baked potato with tomatoes, sambousek meat, fried kebab, cheese sambousek, chicken shawarma, tomiah, thyme scented sea bass fillet, dan Lebanese meat nut rice.
Saya pun penasaran menanyakan menu khas Ramadhan di Mesir. Ternyata menurut dia, di sana tak ada hidangan yang benar-benar disajikan spesial Ramadan. Saat Ramadan mereka hanya mengonsumsi lebih banyak roti-rotian.
Kunci utama rahasia hidangan, Hany pun berbagi rahasia. “Ada dua kunci utama hidangan Libanon, minyak zaitun dan lemon,” katanya.
Astri Istiana Ihsan/Jurnal Nasional, Wisata
15 September 2008
Sajian Ramadhan di SATOO
Ramadan tahun ini, Shangri-La menghadirkan miniatur Masjid Dian Al-Mahri atau populer dengan nama Masjid Kubah Emas, yang terbuat dari cokelat. Miniatur ini dipajang di area Lobby Lounge. Pembuatan miniatur masjid berukuran panjang tiga meter dan lebar 1,5 meter ini, membutuhkan 55 kilogram dark compound, 40 kilogram white compound, 25 kilogram milk compound, serta dua minggu waktu pembuatan oleh tim artist Kitchen Shangrila.
Sejumlah santapan Ramadan juga bisa dinikmati di Restoran SATOO. Mulai dari aneka tajil hingga menu-menu mancanegara. Bisa menikmati kue putu, jajanan pasar, buah-buahan segar hingga jamu tradisional untuk mengembalikan stamina setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Ditemani pula hiburan dendang marawis yang berganti-ganti setiap harinya.
" Ramadan kali ini, kami ingin memuaskan para tamu, tak hanya dengan masakan lezat untuk berbuka, juga hiburan," kata Director of Communication Shangri-La, Ratna Sjamsiar Idris.
Di 12 open kitchen SATOO siap memanjakan dengan menu-menu bercita rasa dunia. Mulai masakan khas India, China dengan salah satu menu spesialnya, Pecking duck renyah yang dipanggang dalam oven khusus, aneka pasta ala Italia dengan topping dan saus yang bisa dipilih sendiri sesuai selera. Ada sushi dan oyster segar, noodles dan berbagai desert segar dan manis. Semua menu buffet ini dapat dinikmati seharga Rp195.000++.
Bila ingin berbuka puasa bersama dengan suasana lebih akrab dan hangat, baik dengan rekan-rekan kerja maupun keluarga, bisa memesan private function. Dengan minimal partisipan 30 orang. Menu buffet internasional dapat dinikmati mulai Rp185,000++ hingga Rp245,000++ per orang. Menu Indonesia dapat dinikmati seharga mulai Rp165,000++ hingga Rp235,000++ per orang.
Atau hanya ingin berbuka puasa dengan menikmati menikmati hidangan lebih ringan? Datang saja ke Lobby Lounge. Di sana, bisa memilih Arabic Sweet Buffet, yang mulai tersedia dari pukul 17.00 hingga 21.00, sebagai pembuka puasa. Tersedia pula aneka tajil, juga berbagai makanan kecil manis serta gurih seperti mini pastry, scones, sandwiches, buah-buahan segar, hingga dim sum yang disajikan selagi hangat. Buffet ini dapat dinikmati seharga Rp95,000++ per orang.
Selain itu, Shangri-La juga menawarkan paket istimewa untuk menginap, yakni Ramadhan Room Package. Selama Ramadan hingga 13 Oktober, dengan harga Rp998.000 nett per malam, dapat menginap di deluxe room. Lalu bisa memilih sahur diantar melalui melalui room service atau sarapan pagi di SATOO Restaurant, tajil gratis yang diantar ke kamar untuk dua orang, ruang salat Tarawih, serta parkir gratis untuk satu mobil. Astri Istiana Ihsan
Guillaueme Bonnety Berbagi Rahasia
Beberapa waktu lalu, Bonnety memberikan kesempatan mengintip rahasia dapurnya. Dia menggelar cooking class dan membagi beberapa resep berbahan dasar cokelat. Di tangannya, membuat hidangan cokelat terlihat jauh lebih mudah dan sederhana.
Bonnety mengungkap tiga rahasia utama menjaga kualitas cokelat. Pertama, sekaligus meluruskan salah kaprah yang selama ini berkembang di masyarakat: jangan pernah memasukkan cokelat ke freezer. Melakukan hal itu sama saja merusak rasa dan aroma cokelat. Kedua, membuat penganan berbahan cokelat, yang perlu diperhatikan: lelehkan cokelat dengan baik dan benar. Itu bisa didapat bila cokelat dilelehkan dengan cairan yang benar-benar mendidih. Ketiga, simpanlah cokelat di tempat tertutup rapat. Tak perlu menggunakan aluminium foil, cukup plastic wrap yang steril dan higienis.
Selain itu, bahan dasar cokelat pun menjadi kunci utama kelezatan. Tiga bahan dasar pembentuk cokelat adalah gula, choco butter dan choco paste. Bonnety lebih banyak menggunakan cokelat dari Amerika Selatan, yang dianggap memiliki kualitas premium.
Bonnety menyarankan jangan sering mengonsumsi cokelat yang dijual di pasaran. Menurut pria bertato yang gemar scuba diving, fotografi dan menikmati keindahan alam ini, cokelat kemasan yang dijual di pasaran dan kerapkali dikonsumsi, kebanyakan rela mengorbankan kualitas demi harga relatif murah.
Meski menyaksikan membuat hidangan cokelat terlihat mudah, cepat dan sederhana, namun , kata Bonnety, bisa menciptakan hidangan cokelat tak sekadar enak. Juga sehat dan berpenampilan menarik, tidaklah semudah yang terlihat.
“Kita butuh mengenal beragam jenis cokelat, mencoba dan terus bereksperimen. Mencampurnya dengan berbagai bahan lain, seperti mangga, pear, jeruk atau apapun, yang penting terus mencoba,” katanya.
Bagi yang ingin mencoba menikmati cokelat dengan cara yang berbeda di rumah, Bonnety berbagi satu cara. Coba saja taruh potongan kecil dark chocolate (memiliki rasa dan aroma yang lebih pekat) di cangkir, tuangi dengan susu mendidih dan biarkan cokelat meleleh dengan sendirinya. Lalu aduk. Bila menyukai rasa yang lebih manis, tambahkan saja gula. Anda akan mendapatkan susu cokelat dengan rasa yang istimewa. Tak percaya? Silakan saja mencoba di rumah. Astri Istiana Ihsan
PS: Foto-fot cokelatnya ada di tulisan yang judulnya Chocolicious di SATOO
Spesial Dari Mie Ayam Bangka
ada di paket spesial Ramadan ala Mie Ayam Bangka. Restoran ini terletak di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Di restoran bernama nusantara namun bernuansa Eropa ini, ditawarkan enam menu paket Ramadan. Semua hidangan utama, menu paket ini sudah termasuk aneka tajil yang berganti-ganti setiap hari juga minuman. Setiap menu paket dibundel seharga Rp35.000.
Ada enam menu yang bisa dipilih. Gurame asam manis, sapi lada hitam, buntut bakar saus berbeque, udang goreng mentega, nasi goreng Palembang dan soto Betawi. Semua menu ini disajikan dalam porsi pas dan dipastikan mengenyangkan.
Setelah mencoba keenam menu paket ini, saya pun punya jagoan sendiri, yakni gurame asam manis. Menu ini terdiri dari gurame digoreng renyah dengan baluran tepung dan disiram saus asam manis. Ada pula potongan tofu yang disiram saus tiram. Meskipun menggunakan dua jenis saus berbeda, namun rasanya tercampur dengan baik. Bila diminta memilih, tentu saya akan menjadikan menu ini sebagai favorit.
Favorit kedua adalah buntut bakar saus barbekue. Menu ini ini tersaji dalam seporsi nasi putih, buntut bakar disiram saus barbeque, dilengkapi kuah sop buntut, sambel ijo dan kerupuk.
Selain itu ada sapi lada hitam. Ini terdiri dari daging tenderloin digoreng tepung dan telur. Lalu dibubuhi saus lada hitam ala China dan dilengkapi brokoli dan paprika. Hidangan ini cenderung manis dan asin.
Ada pula soto Betawi yang dilengkapi nasi ,sambel dan kerupuk. Atau menu nasi goreng Palembang yang khas dengan rasa pedas, tersaji dengan potongan empal daging, telor dadar, acar dan kerupuk.
Menu terakhir udang goreng mentega, saya lewatkan begitu, mengingat alergi makanan laut. Namun, menu ini tersaji dalam porsi cukup banyak. Udang goreng besar-besar dan dilengkapi cap cay.
Jadi, bagi yang ingin menemui hidangan spesial, bisa berbuka puasa di restoran dengan poolside ini. Di sana juga tersedia musholla hingga salat Magrib tak akan ketinggalan. Selama bersantap, juga dihibur lagu-lagu Islami. Astri Istiana Ihsan
04 September 2008
Hang Out Senja di D'Barons
Begitu pula suasana yang terlihat di D’Barons Pub and Restaurant, yang berada di lantai dasar Ambhara Hotel, Jakarta. Beberapa orang terlihat asyik mengobrol sambil menikmati minuman dan makanan ringan, diiringi alunan musik. Kebanyakan dari mereka bule-bule dan kabarnya memang setia hang-out di D’Barons.
D’Barons resmi dibuka pada 11 Juli 2008. Dilihat dari desain keseluruhan, D’Baron mengetengahkan konsep Eropa, berkesan kesan simpel, cozy dan nyaman, dengan furniture hingga interior ruangan bernuansa Royal Inggris. Ada kursi-kursi kayu pendek dan juga sofa dengan warna merah mencolok.
Meski tak begitu lapang, namun D’Barons bisa menjadi pilihan meeting point, bisa direservasi untuk pesta ulang tahun ataupun private party. Dengan 80 seating capacity hingga 150 orang untuk standing party. Bila bermaksud berkumpul bersama teman–teman cukup banyak, sebaiknya konfirmasi dulu ke D’Barons. Khawatir tak kebagian tempat.
Berbagai pilihan makanan dan minuman tersedia. Dari tidak beralkohol hingga beralkohol. Dari makanan ringan hingga main course tinggal dipesan. Spesialnya, menu-menu di D’Barons dikemas dengan nama-nama unik. Tak heran, bila penasaran, bertanya-tanya dan tentu ingin mencoba satu persatu hidangan ini.
Untuk minuman, berbagai pilihan mocktail bisa dipesan. Ada Baron’s in angel, Barons delight, D’ squash, banana rosa, yellow mellow, D’ fantasy baron, majesty punch. Ketika itu, saya sendiri lebih memilih memesan ice chocolate dengan krim di atasnya. Rasanya pas dengan selera saya. Dingin dan tak begitu manis.
Bagi yang belum ingin menikmati makanan berat, aneka makanan ringan bisa dipilih. Biasanya, anda akan langsung disuguhkan kacang-kacangan dan keripik sebagai teman minum. Bisa juga memesan salad, sandwich ataupun sop.
Saya memesan tortilla with salsa sauce, semacam keripik jagung yang sangat terkenal di Meksiko. Dimakan dengan saus salsa, berisikan potongan tomat, onion, dan cabai. Rasanya agak pedas, namun tidak menggigit.
Adapula nachos, makanan ringan yang sangat populer di Amerika Utara. Terdiri dari susunan keripik tortila, atasnya dituangi daging cincang. Hmmm. Rasanya mirip spaghetti, dengan lelehan keju mozarella. Nachos pun dimakan dengan salsa sauce dengan rasa lebih pedas dan guacamoli. Nachos ini seru bila disantap bersama beberapa orang teman. Sebab, porsinya cukup besar.
Bila ingin makan besar, aneka main course siap menggoyang lidah, mulai dari D’Barons knight, D’Barons sword, sirloin steak, tenderloin steak, grilled lamb chop, grilled salomon fillet, exotic grilled seafood. Fish and chips dan chili corn carne.
Usut punya usut, ternyata yang menjadi andalan di D’Barons adalah D’Baron knight, D’Barons sword dan exotic grilled seafood.
Saat itu, saya memilih D’Barons sword. Apakah bentuknya seperti pedang? Oh...tidak. Ternyata namanya saja. D’Barons sword terdiri dari pancake kentang, dua irisan daging berbentuk bulat (twin medallion). Lalu tengahnya diolesi cream cheese, dengan julliene vegetable terdiri dari wortel, bawang dan paprika. Dan disantap dengan red wine sauce. Porsinya cukup mengenyangkan. Tampilannya menarik. Sayangnya, daging agak alot dengan rasa bumbu yang tak menonjol.
Tiba di bagian paling menyenangkan, yakni makanan penutup. Tersedia beragam desert mulai dari caramalized banana crumble with vanilla ice cream, cream bruille in phylo pastry with chocolato ice cream, apple tart tatin, hot chocolate melt with vanilla ice cream, pineapple fritter with hot vanilla sauce.
Malam itu saya menutup saat santap dengan chocolate cake and cheese cake. Porsinya pun jumbo. Hmmm, lezat.
Sejenak bersantai di D’Barons sembari berbincang-bincang dengan kawan-kawan. Dalam suasana remang. Menyenangkan. Tentu saja dengan hidangan-hidangan istimewa, menutup aktivitas seharian saya dengan perasaan puas.
Astri Istiana Ihsan
03 September 2008
Chocolicious di SATOO
Jum'at, 22 Agustus 2008 Posisi Layout: Naskah 1 (HL) (1672 char)
Astri Istiana Ihsan - Reporter Junior, Data Entry by Sapariah - Jum'at, 22 Agustus 2008 13:26:20 WIB
Sapariah - Redaktur - Jum'at, 22 Agustus 2008 13:26:38 WIB
Triyono - Layouter - Jum'at, 22 Agustus 2008 13:27:08 WIB
Keyword : Chocolisious di SATOO
ANDA penggemar cokelat? Jika iya, tentu tak akan melewatkan kesempatan ini. Chocolicious. Apaan tuh? Chocolicious adalah gelar aneka kreasi kue dan minuman dengan bahan dasar cokelat diselenggarakan Shangri-La Hotel Jakarta bekerja sama dengan The Embassy of Chocolate Tulip.
Cokelat-cokelat menggiurkan ini ada di Restoran SATOO dari 14 hingga 20 Agustus.
Kehabisan? Tenang. Lobby Lounge Shangri-La akan memanjakan dengan santapan-santapan cokelat. Tentu unik dan spesial, di Lobby Lounge hingga penghujung Agustus ini.
Ada sembilan jenis kreasi cokelat yang bisa dicicipi di Lobby Lounge. Antara lain trio chocolate mousse, chocolate hazelnut tartlet, kombinasi buah dan cokelat seperti banana marshmallow dipped in chocolate, chocolate mango Dome with Indonesian coriander serta white chocolate cheesecake with fresh raspberries.
Semua ini hasil racikan Executive Pastry Chef Shangri-La asal Perancis Guillaume Bonnety. Pria yang lahir dan besar di Prancis ini mengatakan, untuk menciptakan hidangan cokelat yang tak sekadar enak. Namun, perlu diperhatikan kesehatan dan berpenampilan menarik. Nah, membuatnya, tidaklah semudah yang terlihat.
“Kita butuh mengenal beragam jenis cokelat, mencoba dan terus bereksperimen. Mencampurnya dengan berbagai bahan lain, seperti mangga, pear, jeruk atau apapun, yang penting terus mencoba,” ujar dia.
Penasaran mau merasakan bagaimana cokelat yang enak, sehat dan berpenampilan menarik itu? Bisa datang ke Shangri-la. Chocolicious disajikan pada saat high tea, mulai pukul 15.00 hingga 19.00. Segera masukkan Chocolisious dalam agenda kunjungan anda!
Astri Istiana Ihsan
Published @ Jurnas, 23 Agustus 2008
Mengenang Kisah Lewat Kue Bulan
Alkisah seorang perempuan bernama Chang Er. Suatu hari Chang Er mencium bau amat wangi. Ternyata bau itu berasal dari pil keabadian pemberian Dewi Surga Barat. Setelah menelan pil itu, Cheng Er pun terbang ke bulan. Dia tak lagi kembali ke bumi. Konon, kecantikan Chang Er akan terpancar paling indah pada masa festival pertengahan musim gugur ini. Saat bulan penuh dan terang.
Apapun legendanya, kini pada Festival Bulan seluruh anggota keluarga dan teman akan berkumpul makan malam bersama. Di bawah cahaya bulan terang sambil menikmati makanan khas musim itu. Makanan itu kue bulan.
Tak mau ketinggalan, Shangri-La Hotel pun merayakan Festival Bulan dengan menawarkan set eksklusif kue bulan. Kue yang mulai tersaji dari 8 Agustus hingga puncaknya 14 September ini, ada empat tipe yang bisa dipilih. Ada paket ukuran tradisional, paket enam kue bulan mini dalam kotak lebar, paket enam kue bulan mini dengan kotak panjang. Lalu paket satu kue bulan mini. Kotak yang eksklusif, paket kue bulan ala Shangri-La ini sangat cocok dihadiahkan pada orang-orang terkasih atau rekan bisnis.
Jelas, ini bukan kue bulan biasa. Selain ditempatkan di kotak mewah nan cantik, kue bulan yang disajikan memiliki pilihan rasa spesial. Chef Benson Fok telah menyiapkan delapan jenis kue bulan, mulai dari biji teratai halus hingga kue bulan yang berisi dragon fruit alis buah naga yang kini populer. Harganya mulai Rp68.888+ hingga Rp238.888+.
Untuk kue bulan tradisional, tersedia rasa white lotus with double egg yolk, lotus with double egg yolk, lotus with egg yolk and kernel nuts, white lotus with egg yolk and kernel nuts, dan white lotus with kernel nuts dan lotus with kernel nuts. Untuk kue bulan versi mini, tersedia rasa red bean with kernel nuts, white lotus with kernel nuts, lotus with egg yolk and kernel nuts dan dragon fruit.
Untuk saya pribadi, merekomendasikan kue bulan kacang merah dengan kacang kernel. Rasanya spesifik meski tidak mencolok. Bagi yang lebih tertarik pada kue bulan dengan rasa tradisional, kue bulan isi telur asin tentu menjadi pilihan paling tepat. Lalu yang lidahnya masih asing dengan rasa kue bulan, cobalah kue buah isi biji teratai dengan kacang kernel. Ini mengingatkan pada rasa kuaci. Atau ingin mencoba kue bulan dengan rasa eksotik dan tidak biasa, tentu kue bulan dengan isi buah naga wajib dipilih.
Menutup Festival Pertengahan Musim Panas, Shangri-La pun akan menggelar makan malam spesial pada 14 September. Ini tradisi ratusan tahun menyantap hidangan bersama teman dan keluarga di bawah sinar bulan purnama, ditemani cahaya ratusan lampion di taman Shangri-La. Jadi, sayang dilewatkan.
Astri Istiana Ihsan
Published @ Jurnas, 23 Agustus 2008
15 August 2008
Chocolatos Lezatos..
Hmmm, liputan gw kemarin bikin temen-temen jealous.. Termasuk redaktur wisata mbak Ari n si Siska (katanya berat badannya naik 2 kg setelah pulang liputan dari Palembang, makan mulu..!!). Gimana enggak? gw liputan cooking class cokelat sama Guillaume Bonnety di Shangri-La. Setelah terbit di Jurnas, baru nanti gw publish ke blog tulisan gw. Okeh? Skarang nikmatin aja foto-foto cokelatnya n Bonnety yang so sexy dengan logat Perancisnya..^_^..
Festival Jajanan Bango
Jelajahi Kuliner Nusantara
KULINER tradisional nusantara bangkit kembali. Setelah sempat terhantam arus hidangan cepat saji, yang cenderung kebarat-baratan dan berkontribusi atas menurunnya kualitas kesehatan masyarakat, santapan tradisional kembali naik daun.
Kini bisa dengan mudah ditemukan kedai atau restoran yang mengkhususkan kuliner tradisional. Santapan Sunda, Betawi, Manado, Makassar, beberapa diantara hidangan asli kekayaan nusantara. Nuansa pedesaan ataupun khas daerah menjadi konsep populer. Ini menegaskan kecintaan terhadap budaya Indonesia makin menguat.
Kecenderungan masyarakat kembali pada kuliner tradisional Indonesia ini ditangkap dengan baik oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk, produsen merek Kecap Bango. Merek ini telah menemani dapur-dapur Indonesia sejak 80 tahun silam. Memenuhi kerinduan masyarakat, digelarlah Festival Jajanan Bango (FJB), yang kini memasuki tahun keempat.
Momen ini digunakan pula peluncuran buku bertajuk “80 Warisan Kuliner Indonesia, yang berisi kumpulan resep warisan nenek moyang dan sejarah di balik ragam hidangan itu.
Gelaran FJB sekaligus menegaskan kembali komitmen Kecap Bango melestarikan aneka hidangan tradisional nusantara. Ini juga menjdi ajang memperkenalkan kekayaan nusantara lewat kuliner, baik kepada masyarakat Indonesia maupun mancanegara.
FJB yang digelar di kota Jakarta pada 8-9 Agustus ini menghadirkan pula pesta kambing guling terbanyak di Indonesia, bahkan dunia. Dengan membagikan 80 ekor kambing guling buatan Pondok Sate Pejompongan kepada delapan panti asuhan di Jakarta, 800 karyawan pabrik Subang dan para pengunjung. Aksi spektakuler ini pun mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan rekor “Penyajian Kambing Guling Terbanyak Se-Indonesia”.
Suasana FJB di Jakarta begitu meriah. Ribuan pengunjung menyesaki area Parkir Selatan Senayan, sejak hari pertama FJB dibuka. Ada yang datang bersama teman, kerabat, dan keluarga. Antusiasme masyarakat tak terbendung melihat ragam hidangan tradisional dari berbagai daerah. Makanan yang mungkin sempat terlupakan dan telah lama tak disantap disajikan di FJB. Antrean panjang di stand-stand jajanan tak terhindarkan. Dibangun pula playground agar anak-anak bisa bermain. Suasana benar-benar terasa hangat.
“Wahhhh, ada es durian Kantin Sakinah Bandung. Waduw, duriannya gede-gede banget. Kamu di mana? Buruan ke sini sekarang, banyak banget makanan tradisional,” kata seorang pengunjung antusias melalui percakapan telepon.
Banyak pula yang rela berlari-larian dan berdesak-desakan agar tak kehabisan makanan. Meja dan kursi yang disediakan nyaris selalu penuh. Sebagai orang Makassar yang hanya bisa pulang kampung setahun sekali, saya tak mau melewatkan kesempatan menikmati salah satu makanan kegemaran, coto Makassar. Puas sekali bisa menyantap hidangan asal tanah kelahiran saya ini.
Namun, tak ingin berpuas di situ saja. Saya pun menyusuri stand-stand jajanan lain. Ada jajanan pasar yang menjual cincau ciragil, es doger, es cendol, es blewah, ada penjual kerak telor asli Betawi, nasi tutug oncom khas tanah Pasundan, nasi jomblong dari Cirebon, bubur Pontianak, kikil sapi Surabaya, tengkleng Solo, ajengan Bali, gabus pucung dan berbagai kedai jajanan yang sudah tak asing lagi bagi warga Jakarta.
Para penjual tak sekadar menjajakan hidangan. Mereka tak sungkan-sungkan memberikan penjelasan hingga pembeli tak hanya sekadar menyantap, juga mengenal dengan baik santapan warisan nenek moyang.
Ketika saya menyinggahi stand Bubur Pontianak Bu Jenah, dengan ramah salah seorang penjual menjelaskan. “Bubur Pontianak ini bubur yang isinya kacang, ikan teri, emping, tongcay, lobak asing, yang disiram dengan minyak bawang putih dan kuah daging,” katanya sembari tersenyum. Dia tetap sibuk melayani pesanan.
Pemandangan serupa ketika saya mengunjungi stand Saung Kiray Bogor, yang menjajakan nasi tutug oncom. “Ini terdiri dari nasi, pakai oncom hitam yang dibakar, ayam, tahu, gorengan oncom, ditambah kencur dan bumbu-bumbu lainnya,” ucap sang pedagang.
Satu lagi yang menarik perhatian saya dan banyak pengunjung lainnya, adalah penjual es goyang. Ini mengingatkan saya pada jajanan semasa masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Asyiknya bernostalgia.
Sayang, hari pun makin larut. Saya harus segera beranjak pulang. Namun, saya benar-benar puas telah menikmati beberapa hidangan tradisional yang lama tak dijumpai.
Jelajah kuliner tradisional saya pun harus berakhir dengan perut kekenyangan. Tak sabar rasanya menantikan kejutan-kejutan baru di FJB berikutnya.
Astri Istiana Ihsan
Published at Jurnal Nasional, 16Agustus 2008


